Kisah Sulastri menjadi satu dari 480 warga rentan di Kendal yang mendapat bantuan, di tengah upaya pemerintah daerah memastikan mereka juga memperoleh pendampingan kesehatan dan sosial sesuai kebutuhan.
Zonasi.id (Kendal)- Sebanyak 480 warga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menerima bantuan KAJEN yang diperuntukkan bagi masyarakat dengan kondisi rentan dan tidak lagi produktif.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok, mulai dari lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga warga yang mengalami penyakit kronis.
“Yang mendapatkan bantuan KAJEN ini sebanyak 480. Dari berbagai kondisi, ada yang karena sudah tidak produktif lagi, disabilitas, ODGJ, penyakit kronis, dan lansia,” kata Dyah, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, Pemkab Kendal tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan apabila penerima membutuhkan penanganan lanjutan.
Ia mencontohkan, terdapat penerima bantuan yang mengalami cerebral palsy (CP) dan down syndrome yang membutuhkan terapi. Pemkab Kendal kemudian membantu mengupayakan agar penerima mendapatkan layanan terapi.
“Kalau kita hadir kemudian sekaligus menerima bantuan dan anak tersebut membutuhkan tindak lanjut, kami tindak lanjuti. Ada yang CP, kemudian yang down syndrome juga masih membutuhkan terapi, kami daftarkan,” ujarnya.
Pemkab Kendal juga membantu warga yang kepesertaan BPJS Kesehatan-nya tidak aktif.
Selain itu, warga yang menderita kanker diarahkan mendapatkan penanganan melalui Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Semarang. Sementara lansia yang sudah tidak memiliki keluarga diarahkan ke panti jompo.
“Kalau ada yang BPJS-nya tidak aktif, kami urus. Kemudian ada yang kanker, kami kirim ke Yayasan Kanker Indonesia yang di Semarang. Ada juga lansia yang keluarganya sudah tidak ada, kami kirim ke panti jompo,” kata Dyah.
Sempat Tak Dapat Bantuan karena Desil Tinggi
Salah satu penerima bantuan KAJEN adalah Sulastri (68), warga Kelurahan Pegulon, Kabupaten Kendal. Perempuan lanjut usia tersebut sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial.
Kasi Pemberdayaan Kelurahan Pegulon Winda Ayu Nurmawati mengatakan, Sulastri sebelumnya memiliki desil yang tergolong tinggi karena kondisi rumahnya terlihat cukup baik.
Padahal, rumah tersebut merupakan rumah warisan, sedangkan Sulastri merupakan lansia yang tidak memiliki penghasilan.
“Dulu desilnya tinggi karena ada sensus penduduk. Setelah kami usulkan ke pihak provinsi, desilnya turun menjadi empat. Alhamdulillah, akhirnya mendapat bantuan KAJEN,” kata Winda.
Winda mengatakan, pihak kelurahan sebelumnya telah beberapa kali mengusulkan Sulastri agar mendapatkan bantuan. Namun, pengajuan melalui Dinas Sosial dan BAZNAS belum berhasil.
“Kita usulkan, kemarin dua kali ke Dinsos sama BAZNAS belum tembus. Kita usulkan lagi ke provinsi,” ujarnya.
Setelah status desilnya turun menjadi empat, Sulastri akhirnya masuk sebagai penerima bantuan KAJEN untuk pertama kalinya.
“Kalau Bu Sulastri baru pertama kali. Kalau bapaknya ini dapat PKH dan BLT. Alhamdulillah, bantuan tersebut dijadikan untuk modal warung,” kata Winda.
Winda menambahkan, Sulastri dan kakaknya, Sunari Suyatno atau Yatno, memiliki kartu keluarga (KK) masing-masing. Sulastri juga belum menikah dan tidak memiliki anak.
“Bu Sulastri tidak punya anak,” ujarnya.
Bersyukur Akhirnya Dapat Bantuan
Sunari Suyatno atau Yatno membenarkan bahwa adiknya sebelumnya belum pernah menerima bantuan BLT.
“Kalau adik saya belum pernah mendapat bantuan BLT, belum pernah,” kata Yatno.
Yatno mengatakan dirinya pernah menerima bantuan sosial, tetapi Sulastri belum pernah mendapatkannya.
Ia pun bersyukur setelah adiknya mendapatkan bantuan KAJEN. Yatno menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, termasuk Bupati Kendal.
“Ya, terima kasih atas bantuannya dari Bu Bupati,” ujar Yatno.
Beranda
Update
480 Warga Kendal Terima Bantuan KAJEN, Bupati Pastikan Penerima Rentan Dapat Pendampingan
480 Warga Kendal Terima Bantuan KAJEN, Bupati Pastikan Penerima Rentan Dapat Pendampingan
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Jaringan rumah sakit Muhammadiyah yang membutuhkan obat dalam jumlah besar mendorong organisasi tersebut masuk ke…

Warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini disiapkan layanan digital yang memungkinkan mereka mengecek kelengkapan dokumen…

PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) menggelontorkan investasi hampir Rp 500 miliar untuk memperluas fasilitas…








