Update  

Tak Lagi Bergantung pada Droping Air, Sumur Bor Jadi Harapan Warga Tambahsari Kendal

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diharapkan tak lagi bergantung pada bantuan distribusi air bersih setiap musim kemarau. Harapan itu muncul setelah sumur bor sedalam hampir 100 meter senilai Rp 110 juta dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Arlisco Elektrika Perkasa.

Zonasi id (Kendal)-Setiap musim kemarau, warga Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, harus menghadapi persoalan yang sama: kesulitan mendapatkan air bersih. Ketika debit mata air pegunungan menyusut, bantuan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, harapan untuk mengatasi persoalan tersebut mulai terbuka setelah sumur bor sedalam hampir 100 meter dibangun melalui bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Arlisco Elektrika Perkasa.
Sumur bor senilai Rp 110 juta itu diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi 150 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua dusun terdampak kekeringan di Desa Tambahsari.
Kepala Desa Tambahsari Maryadi mengatakan, keterbatasan air bersih menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau. Selama ini, warga masih mengandalkan mata air pegunungan yang debitnya menurun ketika curah hujan berkurang.
“Di desa kami ada dua dusun dan 150 KK terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Selama ini masih menggantungkan bantuan dari BPBD Kendal,” kata Maryadi saat peresmian sumur bor, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Maryadi, pembangunan sumur bor tersebut menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Keberadaan sumber air baru diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan distribusi air setiap musim kemarau.
“Alhamdulillah, ada bantuan sumur bor dari PT Arlisco Elektrika Perkasa. Ini bisa membantu kebutuhan air untuk warga kami,” ujarnya.
Direktur PT Arlisco Elektrika Perkasa Arief Irawanto mengatakan, bantuan tersebut berawal dari informasi mengenai kesulitan air bersih yang dialami warga Tambahsari.
Perusahaan kemudian melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus menentukan kebutuhan bantuan yang sesuai.
“Kami meninjau secara langsung kondisi desa sebelum menentukan pembangunan sumur bor. Ini untuk memastikan CSR yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” kata Arief.
Ia menjelaskan, anggaran Rp 110 juta digunakan untuk membangun sumur bor beserta sarana pendukungnya. Sumur dengan kedalaman hampir 100 meter tersebut diharapkan mampu menambah pasokan air bersih, terutama ketika debit mata air yang selama ini menjadi tumpuan warga mengalami penurunan.
Arief menegaskan, kontribusi perusahaan melalui program CSR tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sumur bor tersebut diresmikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi kontribusi perusahaan yang membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, menurut dia, pembangunan fasilitas air bersih harus diikuti dengan pengelolaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Gunakan air secara bijak dan bentuklah sistem pengelolaan yang transparan serta gotong royong agar manfaatnya merata dan adil,” pesan Dyah.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan sumber air tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, sumur bor diharapkan tidak hanya membantu menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan air bersih di Tambahsari.
Kaliringin Park Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata
Selain meresmikan sumur bor, Bupati Kendal juga meluncurkan rintisan wisata Kaliringin Park di Desa Tambahsari. Destinasi ini menawarkan wisata susur Sungai Kali Ringin menggunakan ban atau tubing.
Sungai dengan bebatuan alami dan panorama alam yang masih asri itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam.
Pengembangan Kaliringin Park diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat. Jika dikelola secara optimal, aktivitas wisata tersebut berpotensi menambah pendapatan warga dan menggerakkan perekonomian desa.
Penyediaan air bersih dan pengembangan wisata menjadi dua upaya yang diharapkan dapat mendukung kemajuan Desa Tambahsari. Di satu sisi, kebutuhan dasar masyarakat diperkuat, sementara di sisi lain potensi alam desa mulai dikembangkan untuk menciptakan peluang ekonomi.
Dengan demikian, pembangunan sumur bor dan rintisan wisata Kaliringin Park diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Tambahsari secara berkelanjutan.