GERCEP! Aduan pipa bocor di bawah 4 inci kini dijamin beres 1×24 jam, PDAM Semarang luncurkan 3 mobil Unit Reaksi Cepat (URC).
ZONASI.ID (Semarang) – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menyiapkan tiga mobil Unit Reaksi Cepat (URC) untuk mempercepat penanganan pengaduan pelanggan, terutama gangguan pipa sambungan rumah berdiameter di bawah empat inci. Layanan ini ditargetkan mampu menangani pengaduan dalam waktu 1 x 24 jam.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Semarang, Ady Setiawan, mengatakan setiap mobil akan dioperasikan satu regu yang terdiri atas lima personel, yakni satu pengemudi dan empat operator. Tim tersebut akan menangani gangguan jaringan yang terhubung langsung dengan pelanggan.
Peluncuran tiga mobil URC dilakukan bersamaan dengan khitanan massal dalam rangka HUT ke-115 PDAM Tirta Moedal di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, Sabtu (10/10/2026).
Ady menjelaskan, pengadaan mobil tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan WaterWorX, organisasi nirlaba yang melibatkan perusahaan air minum dari Belanda dalam pengembangan layanan air bersih.
“Jadi, yang di bawah 4 inch kita akan selesaikan semaksimal mungkin 1 x 24 jam,” kata Ady.
Ia menerangkan, mobil URC baru akan difokuskan pada gangguan pipa berdiameter di bawah empat inci, terutama jaringan yang langsung terhubung dengan sambungan rumah pelanggan. Sementara itu, kendaraan operasional yang sebelumnya dimiliki PDAM tetap menangani pipa berdiameter lebih dari empat inci, termasuk jaringan transmisi dan distribusi utama.
Ke depan, tiga mobil tersebut direncanakan ditempatkan di sejumlah cabang PDAM. Manajemen masih menyusun pola distribusi agar penanganan aduan bisa dilakukan lebih dekat dengan lokasi pelanggan.
Selain mempercepat respons pengaduan, PDAM Tirta Moedal juga menyiapkan peremajaan jaringan pipa di zona Semarang Utara yang meliputi Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur.
Ady mengatakan sebagian pipa di kawasan tersebut telah berusia sangat tua. Kondisi jaringan yang mengalami penurunan posisi sekitar 8–10 meter dinilai meningkatkan risiko kerusakan dan kebocoran.
Menurutnya, kehilangan air akibat kebocoran fisik di kawasan itu telah mencapai sekitar 60 persen. Untuk mengatasinya, PDAM memperkirakan membutuhkan pendanaan sekitar Rp1,2 triliun melalui skema gabungan investasi dan hibah dengan melibatkan investor dari luar negeri.
“Dengan peremajaan itu kurang lebih sekitar 1,2 triliun nanti kita akan bekerja sama dengan investor dari luar yang ada bantuan hibahnya juga. Jadi, hybrid, kombinasi antara investasi dan hibah,” ujarnya.
Program penanganan kehilangan air tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Ady menyebut penanganan kebocoran nonfisik melalui penertiban dan pembenahan sistem penagihan telah dilakukan, sehingga fokus berikutnya diarahkan pada perbaikan jaringan pipa.
Ia mencontohkan perbaikan di Kelurahan Kebonharjo yang disebut telah diikuti penambahan sekitar 500 sambungan rumah. Menurut Ady, peningkatan layanan di wilayah itu mendorong warga yang sebelumnya tidak menggunakan layanan PDAM untuk kembali menjadi pelanggan.
Khitanan Massal untuk 115 Anak
Dalam rangkaian HUT ke-115, PDAM Tirta Moedal juga menggelar khitanan massal bagi 115 anak dengan menggandeng RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan agar tidak terbebani biaya khitan.
Ady mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan dan masyarakat yang selama ini mendukung pelayanan PDAM.
“Ini adalah bentuk kepedulian karena kita sudah banyak di-support oleh para pelanggan dan warga masyarakat Kota Semarang,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh biaya khitan peserta ditanggung PDAM. Program tersebut juga menjadi kegiatan sosial rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka peringatan hari jadi perusahaan.
Ady berharap memasuki usia lebih dari satu abad, PDAM Tirta Moedal semakin meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Ia juga mengajak masyarakat mendukung keberlanjutan layanan melalui pembayaran tagihan secara teratur.
Wali Kota Minta Layanan Terus Ditingkatkan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi dukungan kerja sama yang memungkinkan PDAM memperoleh tiga mobil URC. Menurutnya, fasilitas tersebut harus menjadi pendorong agar penanganan gangguan pelanggan berlangsung lebih cepat.
Agustina mengatakan kerja sama dengan pihak Belanda juga mencakup pendampingan dan konsultasi untuk mendorong peningkatan mutu layanan air minum. Ia berharap program tersebut diikuti perbaikan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan reward. Ini adalah upaya untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan lebih cepat. Maka diberikannya adalah mobil unit reaksi cepat,” ujar Agustina.
Ia juga mengapresiasi keputusan PDAM mengisi peringatan hari jadi dengan khitanan massal, bukan sekadar hiburan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Memasuki usia ke-115, Agustina berharap PDAM terus memperbarui pengelolaan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. Ia juga menyoroti perlunya perluasan cakupan pelayanan yang bergantung pada ketersediaan sumber air.
Salah satu peluang yang disampaikan adalah kerja sama pemanfaatan kolam retensi dan pengembangan titik sumber air untuk mendukung perluasan layanan. Agustina berharap perbaikan manajemen berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan bagi warga Kota Semarang. []











