Santri zaman now, dari kitab hingga tumpeng, semangat Hari Santri di Kendal terus menyala dengan lomba-lomba seru yang menyatukan tradisi dan inovasi
ZONASI.ID (Kendal)- Hari Santri Nasional diperingati setiap tahun pada 22 Oktober. Penetapan tanggal ini berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, tentang Hari Santri.
Tahun ini, acara hari santri secara teknis diselenggarakan berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor SE 04 tahun 2024, tentang panduan pelaksanaan peringatan Hari Santri tahun 2024 dan mengusung tema “Menyambung Juang dan Merengkuh Masa Depan.”
Di Kabupaten Kendal rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 , dimulai dari berbagai lomba yang diikuti pondok pesantren se-Kabupaten Kendal. Puncak hari santri di Kendal, digelar upacara hari santri di Alun-alun Kendal 22 oktober mendatang.
Sekretaris HSN 2024, H Mahrus mengatakan, kegiatan peringatan hari santri 2024 Kabupaten Kendal dimulai dari lomba membaca kitab (Musabaqoh Qiroatil Kutub).
“Meliputi kitab Safinatun Najah, kitab Jurumiyah, kitab Ta’lim Muta’alim, kitab Fathul Qorib, kitab Imrithi, kitab Bulughul Marom, kitab Fathul Mu’in dan kitab Alfiyah Ibnu Malik,” katanya.
Lebih lanjut, ada juga Musabaqah Hifdzil Qurán Juz 1-10, kemudian lomba kaligrafi dan lomba nasi tumpeng.
“Lomba dilaksanakan di Pendopo Bahurekso dan juga ada ziarah ke Makbaroh Sunan Abinowo (Pegandon), Maqbaroh Kyai Guru (Kaliwungu Selatan) dan Makbaroh Wali Gembyang (Kendal),” terang Mahrus, Selasa (15/10/2024).
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari, yang membuka lomba dalam rangka peringatan HSN 2024 di Pendopo Bahurekso, mengatakan momen Hari Santri Tahun 2024 ini, untuk meluruskan niat ikhlas, menguatkan hati dan merapatkan barisan, serta kembali memaknai kata santri sebagai orang yang bersemangat belajar agama/kitab suci.
“Belajar agama hendaknya sepanjang hidup, tidak ada istilah sudah cukup. Tidak ada kata terlambat selama dalam badan masih terkandung hayat,” ucap Agus.
Agus mengajak kepada para santri untuk bersama-sama mewujudkan peradaban yang lebih baik, lebih adil, dan lebih berkah berlandaskan nilai-nilai agama Islam.
Serta mendoakan para pahlawan khususnya dari kalangan ulama, kyai, santri yang telah berjuang untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
“Jika dulu para santri berjuang melawan penjajah, maka saat ini santri harus mampu memerangi kebodohan dengan bersemangat menuntut ilmu agama, untuk bekal menaklukan tantangan perkembangan zaman yang penuh ujian syahwat dan syubhat,” ujarnya.
Agus, yang mewakili bupati Kendal, Dico, menjelaskan Hari Santri yang diperingati merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Resolusi ini berisi seruan berjihad mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan melawan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
“Saya menyambut baik serangkaian kegiatan Hari Santri 2024. Terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengasuh pondok pesantren, para santri dan ormas Islam dalam keikutsertaannya memeriahkan peringatan Hari Santri tahun 2024 ini,” tutupnya. [adv]











