Update  

Atap Tiga Ruang Kelas SDN 2 Sumur di Kendal Roboh, Siswa Ada Yang Belajar di Rumah Warga

Muzayyin Mahbub

Sebanyak tiga ruang kelas SD Negeri 2 Sumur, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, roboh. Penyebab robohnya atap ruang kelas itu, dikarenakan kayunya sudah lapuk dimakan rayap. Akibatnya, siswa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan, mushola sekolah, dan rumah kosong milik warga.

Zonasi.id (Kendal) -Atap tiga ruang kelas SDN 2 Sumur Kecamatan Brangsong Kendal, roboh sejak enam bulan lalu. Kepala SDN 2 Sumur Brangsong, Baedowi, menjelaskan peristiwa robohnya atap ruang kelas 1,2, dan 3, sudah terjadi sekitar 6 bulan lalu. Sebelum ambruk, pihak sekolah sempat berupaya menyangga dengan kayu. Namun karena hujan deras, kayu penyangga tidak mampu menahan beban, sehingga atap akhirnya roboh.
“Tetapi, sebelum kejadian, 1 tahun sebelumnya ruang sudah dikosongkan dan tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, karena lapuk. Kami kwatir akan terjadi sesuatu, dan ternyata benar,” kata Baedowi, Jumat (17/05/2025).
Baedowi menjelaskan, kejadian robohnya tiga ruang kelas itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kendal.
“Selain atap yang roboh, sebenarnya struktur tanah yang labil menyebabkan beberapa dinding retak dan keramik bergeser,” akunya.
Baedowi menjelaskan, saat ini kelas V I masih ujian. Mereka menggunakan ruang kelas IV, V dan VI.
“Hari Ini yang masuk sekolah kelas VI karena ujian, kelas Badan IV. Untuk kelas 1,2,dan tiga libur. Sebab tempat mereka belajar digunakan untuk kelas V dan IV ,” terangnya.
Tania, salah satu siswa kelas V SDN 2 Sumur, mengaku sudah dua hari belajar di mushala. Sebab ruang belajar kelas V dipakai untuk ujian.
“Baru 2 hari belajar di sini,” aku Tania.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan tiga bangunan ruang kelas yang atapnya robobah sudah berusia sekitar 20 tahun, sehingga kayunya banyak yang dimakan rayap. Ia menegaskan, akan membangun ruang kelas yang roboh tersebut.
“Tahun ini, sudah kita anggarkan Rp.600 juta dari perubahan anggaran tahun ini. Pembangunan direncanakan dimulai sekitar bulan Juli,” kata Feri.
Ia menambahkan, karena atap ruang kelas roboh, kelas 1,2, dan 3, terpaksa belajar di mushala sekolah dan perpustakaan sekolah. Untuk kelas 1, melakukan kegiatan belajar dan mengajar rumah penduduk yang jaraknya sekitar 100 meter dari sekolah.
“Proses rehabilitasi akan segera dilakukan, dan berharap pembangunan bisa dimulai lebih cepat pada bulan Juni mendatang,” harapnya
Menurut Feri, jumlah ruang kelas sekolah yang rusak di kabupaten Kendal ada 193 ruang. Dengan rincian, ruang kelas rusak dengan kondisi sedang ada 171, dan yang rusak berat kurang lebih 22 sekolah.
“Total ada 193,” ujarnya.