Update  

100 Hari Kerja Bupati Kendal, Ini Kata Tokoh Masyarakat dan Yang Sudah Dilakukan Oleh Tika dan Benny

icon zonasi
Tika-Benny Menang
Calon bupati Kendal Jawa Tengah, Dyah Kartika Sari (Tika)-Benny Karnadi (Benny), menggelar konferensi pers di posko pemenangan Tika-Benny

Dalam waktu 100 hari, kepemimpinan Mbak Tika dan Mas Benny di Kendal berhasil mencuri perhatian banyak kalangan, dari politisi, tokoh agama hingga seniman.

ZONASI.ID (Kendal) – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari atau mbak Tika bersama wakilnya, Benny Karnadi, dalam 100 hari kerjanya, dinilai baik oleh beberapa politisi, tokoh agama dan masyarakat.

Terutama sekali, upaya bupati dan wakil bupati untuk turun langsung ke lapangan ketika mendapat keluhan dari masyarakat. Baik itu persoalan air rob, maupun tempat pembuangan akhir sampah di Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Di samping itu, bupati juga sudah rutin melakukan kegiatan Bersatu Siaga, bersih bersih desa sambil serap aspirasi warga setiap hari Jumat, kemudian melihat dan memberi kepastian perbaikan jalan di desa Cening, ruas jalan Ngabean, Pegandon,pembatasan truk jam 06.00-08.00 wib, pemberian subsidi pangan dan pupuk, perbaikan pasar Boja dan sebagainya.

Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Kendal, Sulistyo Ariwibowo, bupati dan wakil bupati terpilih dalam 100 hari , sudah melakukan tugasnya dengan baik, dan itu sangat positif. Mereka sebagai kepala daerah mau terjun ke lapangan, menanggapi keluhan masyarakat. Seperti misal soal banjir yang disebabkan air rob, dan sampah.

“Bupati mau terjun langsung meninjau banjir karena air rob, wakil bupati langsung meninjau TPA Darupono. Ini menunjukkan mereka sangat peduli dengan keluhan masyarakat,” kata Ari.

Ari, yang juga anggota DPRD Kendal, menegaskan kinerja bupati dan wakil bupati Kendal, terkait dengan perencanaan yang sifatnya penganggaran, bisa dilihat setelah bulan Juni 2025.

“Sebab tengah Juni ini, baru terbit anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Muhammadiyah Kabupaten Kendal, Ikhsan Intiyam, mengatakan secara umum kepemimpinan bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari atau mbak Tika dan wakil bupati Kendal, Benny Karnadi atau mas Beni, menunjukkan langkah-langkah awal yang terstruktur dan berbasis pada kebutuhan lokal.

Meskipun masih berada dalam fase implementasi awal, visi dan semangat kolaboratif yang dibangun menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Kendal.

“Misalnya, kebijakan Bupati membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), program Bersatu Siaga yang berorientasi pada kebersihan lingkungan dan penyerap aspirasi warga,” kata Ikhsan.

Ia menambahkan , di samping itu, program rantau balik gratis yang memfasilitasi warga Kendal kembali dari perantauan, mencerminkan gaya kepemimpinan yang proaktif dan partisipatoris.

“Yang menarik, bupati juga langsung menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menjadi fondasi arah pembangunan Kendal ke depan,” terangnya.

Menurut Ikhsan, meski masih ada kendala seperti defisit anggaran dan harus efiensi, dirinya optimis ke depan, Kendal akan lebih maju dan sejahtera.

“Kita doakan semoga Bu Tika dan Mas Beni Istiqomah dalam berjuang dan sabar dalam menghadapi halangan dan rintangan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penggiat seni tradisi Kabupaten Kendal, Sony, mengungkapkan bupati dan wakil bupati Kendal, mbak Tika dan mas Benny, sangat peduli dengan seni tradisi dan modern. Hal ini bisa memicu para seniman Kabupaten Kendal untuk terus berkarya.

Mbak Tika dan mas Benny, tambah Sony, mau menghadiri kegiatan kesenian yang diselenggarakan oleh seniman.

“Mbak Tika pernah datang di pameran lukisan dan mau baca puisi. Bahkan sekarang ikut terlibat di penggarapan FK -Metra. Demikian juga dengan mas Benny. Ia mau menghadiri kegiatan kesenian, dan pernah terlibat nari bareng di peringatan hari tari sedunia,” akunya. (Adv)