Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Semarang Kota Atlas berlangsung meriah dengan kirab bentangan kain merah putih sepanjang 1.945 meter. Kirab sejauh 2,4 kilometer itu diikuti 10 ribu pelajar, yang membentangkan merah putih dari Balai Kota Semarang hingga Lapangan Simpang Lima.
Zonasi.id (Semarang)- Sebanyak 10 pelajar kota Semarang, ikut kirab sejauh 2,4 kilometer dan membentangkan merah putih dari balai kota Semarang hingga lapangan Simpang Lima. Acara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025 ini, mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid). Usai kirab, kegiatan dilanjutkan dengan pemecahan rekor tari tabola bale yang melibatkan 10 ribu peserta .
Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah Haerudin, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi DPP Pemuda Panca Marga (PPM) tersebut. Menurutnya, kirab merah putih bukan sekadar arak-arakan bendera, melainkan pengingat atas pengorbanan pahlawan bangsa.
“Ini bukan sekadar kirab, tetapi wujud nyata cinta tanah air dan simbol persatuan bangsa. Merah putih bukan hanya warna, tetapi makna keberanian dan kesucian bangsa Indonesia,” ujar Haerudin, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dia juga mengingatkan, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum mempererat persatuan antar elemen bangsa. Ditambahkan, perjuangan di era modern tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan berkarya dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Melalui kirab merah putih ini, mari kita perkuat semangat persamaan, solidaritas, dan gotong royong. Buktikan bahwa Jawa Tengah tetap aman, ayem, dan guyub rukun,” jelas Haerudin.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Merah Putih 2025, Adi Siswanto Wisnu Nugroho menjelaskan, kegiatan itu merupakan kali kedua digelar sejak 2022.
“Pada 2022, kain merah putih yang dikirab sepanjang 1.001 meter, dengan 7.000 panji bendera merah putih. Tahun ini panjangnya mencapai total 1.945 meter, ditambah pengusungan lambang negara Garuda Pancasila setinggi lima meter,” jelasnya.
Adi menambahkan, kirab kali ini juga mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid). Usai kirab, kegiatan dilanjutkan dengan pemecahan rekor tari tabola bale yang melibatkan 10 ribu peserta.
Siswi SMP Negeri 1 Semarang, Nadia Alkhatiri, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaannya dalam kirab, merupakan wujud penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
“Menyenangkan, meski capek juga. Tapi karena aku suka sekali, kegiatan ini menumbuhkan semangat nasionalisme,” ujarnya.
Peringati Hari Pahlawan, 10.000 Siswa Kota Semarang Pecahkan Rekor Leprid
Rekomendasi untuk kamu

Lepas 34 Atlet Jateng ke Asian Para Games Nagoya, Ahmad Luthfi Jamin Kesejahteraan Atlet Disabilitas
Asian Para Games Nagoya

Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diharapkan…

Sebanyak 63 orang diberangkatkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Kendal dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar…








