KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Melalui pertanian organik, manusia tidak hanya menghasilkan pangan yang sehat, tetapi juga menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.
ZONASI.ID (Blora) – Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Menurutnya, upaya merawat alam, termasuk melalui pertanian organik, merupakan bentuk ibadah yang memberikan manfaat bagi kehidupan.
Hal itu disampaikan KH Ubaidullah Shodaqoh saat mengunjungi rumah produksi pangan milik Koperasi Berkah Jagat Nusantara PCNU Kabupaten Blora di Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Kabupaten Blora, Sabtu (4/7/2026).
“Masalah perut adalah masalah yang sangat penting. Alam semesta ini adalah makhluk hidup, sedangkan manusia diberi amanah sebagai khalifatullah. Menjaga bumi berarti menjaga diri kita sendiri. Bumi adalah jasad yang tidak boleh dirusak,” ujar Mbah Ubaid.
Menurutnya, kerusakan alam pada dasarnya bersumber dari perilaku manusia yang serakah dan mengabaikan keseimbangan lingkungan. Karena itu, menjaga alam harus menjadi bagian dari praktik keagamaan sehari-hari.
“Beribadah itu tidak selalu dilakukan di tempat ibadah. Berbuat baik kepada sesama, mencintai petani, membantu petani, dan menjaga bumi juga merupakan bagian dari ibadah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mbah Ubaid meninjau rumah produksi beras organik yang dikelola Koperasi Berkah Jagat Nusantara. Ia mengapresiasi semangat para pengurus dan petani yang mengembangkan sistem pertanian organik berbasis syariah meski berawal dari fasilitas yang sederhana.
Program pertanian organik tersebut mulai dirintis melalui pendampingan kepada petani sejak 2019. Berdasarkan hasil riset, pengelolaan lahan sebelumnya dinilai kurang tepat, terutama dalam pemenuhan unsur hara dan nutrisi tanah.
Melalui budidaya organik, kualitas hasil panen terus mengalami peningkatan sekaligus lebih ramah lingkungan.
Perkembangan program semakin pesat pada 2026 setelah memperoleh dukungan Pemerintah Kabupaten Blora dan Bank Jateng melalui bantuan peralatan produksi.
Dukungan tersebut diharapkan semakin mendorong petani dan kalangan santri untuk mengembangkan pertanian organik yang berkelanjutan.
Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Eni Lestari, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang difokuskan pada pengentasan kemiskinan.
“Setiap tahun kami menyisihkan sebagian keuntungan untuk program CSR. Harapannya dapat menjadi bentuk ibadah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Blora,” katanya.
Ketua PCNU Kabupaten Blora, H. M. Fatah, M.Ed menjelaskan, kunjungan KH Ubaidullah Shodaqoh menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PCNU Blora yang meliputi peninjauan rumah produksi pangan, pembukaan Musyawarah Kitab yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masail, serta panen padi organik yang dikelola Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PCNU Blora.
Bupati Blora Arief Rohman yang turut hadir berharap sinergi antara pemerintah daerah, Nahdlatul Ulama, dunia perbankan, dan para petani terus diperkuat untuk mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Blora.
Pada akhir kunjungan, KH Ubaidullah Shodaqoh menerima cendera mata berupa beras organik hasil produksi petani binaan PCNU Blora sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan dan menyejahterakan masyarakat. []











