Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melayat ke rumah duka Mozza Axillia Gunarsa di Bergas dan memastikan penanganan kasus kematiannya dikawal hingga tuntas.
ZONASI.ID (Semarang) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan ikut mengawal penanganan kasus kematian Mozza Axillia Gunarsa (18), yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Jangli, Kota Semarang, setelah lebih dari setahun dinyatakan hilang.
Komitmen itu disampaikan Luthfi saat mendatangi rumah duka Mozza di Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (6/9/2026). Selain menyampaikan belasungkawa, Luthfi menemui langsung orangtua Mozza, Singgih Datya Gunarsa dan Defita Riana.
Luthfi mengatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan proses hukum kasus tersebut berjalan cepat dan tuntas.
“ Kami akan membantu mengawal penanganan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar prosesnya segera ditangani secara tuntas,” kata Luthfi.
Dalam pertemuan dengan keluarga, Luthfi juga mendengarkan cerita mengenai awal mula Mozza menghilang, proses pencarian, hingga kabar penemuan korban dalam kondisi meninggal dunia di Jangli.
Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
“Saya menyampaikan belasungkawa, semoga husnul khotimah. Semoga Bapak, Ibu, dan adik dikuatkan dan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Menurut Luthfi, kasus yang menimpa Mozza harus menjadi pembelajaran bersama. Ia menilai peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian bagi orangtua, anak-anak, maupun aparat penegak hukum.
Keluarga Berharap Tak Ada Keringanan bagi Tersangka
Sementara itu, Singgih mengapresiasi kedatangan Gubernur Jawa Tengah ke rumah duka. Menurut dia, dukungan dan perhatian yang diberikan Luthfi memiliki arti penting bagi keluarganya.
Singgih juga meminta Luthfi membantu berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan agar proses hukum terhadap kasus yang menimpa putrinya berjalan secara adil.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur atas ucapan belasungkawa dan dukungannya. Saya harap keadilan yang sebenar-benarnya untuk putri kami, saya harap tidak ada keringanan bagi tersangka,” ujar Singgih.
Di hadapan Luthfi, Singgih turut menceritakan harapan besar keluarga terhadap Mozza, putri pertama mereka.
Mozza diketahui telah diterima di Universitas Diponegoro setelah berhasil mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Namun, kabar tersebut tak sempat diketahui Mozza.
Ia lebih dulu menghilang pada Juni 2025. Setelah proses pencarian berlangsung panjang, Mozza akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Jangli, Kota Semarang, pada September 2026.
Kabar tersebut sekaligus mengakhiri penantian keluarga selama lebih dari satu tahun untuk mengetahui keberadaan Mozza. []











