Update  

Ahmad Luthfi Dorong MES Jateng Gaspol Gerakkan UMKM dan Ekonomi Syariah

lukni maulana
Ahmad Luthfi MES Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jateng periode 2026–2031 di Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta MES Jateng memperkuat peran UMKM dalam mengembangkan ekonomi syariah di daerah.

ZONASI.ID (Semarang) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng periode 2026–2031 memperkuat peran UMKM.

Luthfi menilai langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah. Menurutnya, sektor tersebut harus mampu mendorong perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026–2031. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.

“MES ini sangat strategis sekali karena mayoritas penduduk Jawa Tengah itu muslim,” kata Luthfi.

Ia berharap MES mampu menghadirkan berbagai program yang mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah perlu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Pengembangan ekonomi syariah juga telah masuk dalam arah kebijakan perencanaan pembangunan Jawa Tengah 2025–2029. Pada 2027, Pemprov Jateng menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

Selain ekonomi syariah, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan. Luthfi meminta pengembangan ekonomi syariah berjalan dengan melibatkan berbagai potensi masyarakat.

“Ekonomi syariah di Jawa Tengah harus dikembangkan dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat, termasuk UMKM,” ujarnya.

Menurut Luthfi, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan industri besar dan lembaga keuangan. Sektor UMKM juga memiliki ruang besar untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekonomi berbasis syariah.

Beberapa di antaranya mencakup produk halal, pembiayaan syariah, kuliner, fesyen, pariwisata, dan ekonomi pesantren. Berbagai usaha masyarakat tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah.

“Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah,” kata Luthfi.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum PP MES Rosan Perkasa Roeslani menyebut potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat besar. Ia menilai potensi tersebut membutuhkan koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Rosan menyebut MES perlu berkolaborasi dengan pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pengembangan ekonomi syariah berjalan lebih terarah.

Rosan juga berharap ekonomi syariah memiliki porsi lebih besar dalam kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah pusat berencana bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2027 untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah.

Pengukuran tersebut mencakup kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional dan daerah. Menurut Rosan, data tersebut dapat membantu menentukan sektor yang perlu mendapat penguatan.

“Kalau ada ukurannya akan mudah menentukan posisi mana yang harus ditingkatkan,” ujar Rosan.

Dalam acara tersebut, MES Jawa Tengah juga meluncurkan Koperasi Ekspor Merah Putih. Koperasi tersebut dikelola oleh Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah.

Peluncuran koperasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026–2031. Kehadiran koperasi diharapkan mendukung pengembangan kegiatan ekonomi dan usaha anggota MES di Jawa Tengah. []