Menjadi urat nadi perekonomian daerah, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya 4,2 juta unit UMKM di Jawa Tengah bertransformasi hingga menembus pasar ekspor di tengah tantangan fiskal global.
ZONASI.ID (Semarang) – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota wajib bertransformasi. Pelaku usaha didorong untuk naik kelas dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor.
“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas,” ujar Luthfi saat membuka Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026).
Acara strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, serta Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M Riza Damanik. Hadir pula jajaran kepala daerah, 27 lembaga inkubator Jateng-DIY, serta 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi.
Menurut Luthfi, bursa wirausaha dan pameran produk menjadi ruang krusial untuk memperluas akses pasar serta kemitraan bagi anak muda. Saat ini, UMKM merupakan urat nadi perekonomian Jawa Tengah, di mana 97,95 persen dari total 4,2 juta unit masih berstatus usaha mikro.
Hingga triwulan II tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jateng tercatat membina 201.035 unit usaha dengan nilai aset mencapai Rp39,74 triliun dan omzet sebesar Rp70,74 triliun. Pemprov Jateng terus memperkuat kapasitas ini melalui program andalan seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap.
Program-program tersebut berfokus pada penguatan pola pikir kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan pasar. Berdasarkan data tahun 2026, terdapat 2.282 wirausaha binaan yang mendominasi sektor makanan (48,9%), kerajinan (13,3%), dan jasa digital (13,3%).
Guna menyokong modal usaha, Pemprov Jateng memfasilitasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah 6% dari Bank Jateng. Langkah ini diharapkan mampu merangsang lahirnya wirausaha muda dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi,” pungkas Luthfi. []











