Update  

Kemarau Mengintai, BPBD Kendal Minta Warga Waspadai Karhutla

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Kondisi lahan yang mengering selama musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Warga diminta tidak sembarangan membakar sisa pertanian maupun sampah karena api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.

Zonasi id (Kendal)-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diwaspadai di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, seiring kondisi kemarau yang membuat lahan dan semak belukar lebih mudah terbakar.
Masyarakat, khususnya petani yang memiliki lahan di sekitar kawasan hutan, diminta tidak sembarangan membakar sisa hasil pertanian. Api dari pembakaran lahan dikhawatirkan merambat dan meluas hingga kawasan hutan maupun permukiman warga.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Iwan Sulistyo mengatakan, potensi kebakaran perlu diantisipasi sejak dini karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas ketika kondisi lahan kering.
“Jangan sampai pembakaran sisa pertanian merambat ke kawasan hutan maupun permukiman. Ini yang harus benar-benar diantisipasi,” kata Iwan, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, potensi kebakaran akibat pembakaran lahan pernah terjadi di wilayah perbatasan Sidomukti dan Pagelaran.
Api yang awalnya muncul dalam skala kecil berpotensi meluas, terutama ketika terjadi pada malam hari sehingga sulit diketahui dan dipantau masyarakat.
Karena itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah atau bahan lainnya, terutama di dekat semak belukar, kawasan hutan, dan permukiman.
“Setiap aktivitas pembakaran harus benar-benar dipantau. Jangan ditinggalkan karena api bisa merambat dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Instalasi Listrik Juga Jadi Ancaman Kebakaran

Selain karhutla akibat pembakaran lahan, masyarakat Kendal juga diminta mewaspadai potensi kebakaran rumah akibat korsleting listrik.
BPBD mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik, terutama pada rumah yang jaringan listriknya telah digunakan selama lebih dari tujuh tahun.
Kabel yang sudah lama digunakan maupun tidak sesuai standar berisiko mengalami panas berlebih ketika menahan beban listrik yang besar.
“Instalasi listrik yang sudah lebih dari tujuh tahun perlu diperiksa kembali. Kabelnya juga harus sesuai dengan peruntukan dan beban listriknya,” kata Iwan.
Risiko tersebut dapat meningkat pada jalur listrik yang digunakan untuk peralatan berdaya besar, seperti penanak nasi, pendingin ruangan atau AC, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.
Penggunaan kabel yang tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan kabel panas dan memicu korsleting hingga kebakaran.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan setiap jalur listrik untuk peralatan berdaya besar menggunakan kabel dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai standar.

BPBD Siapkan Armada Antisipasi Kebakaran

Di tengah ancaman karhutla dan kebakaran permukiman, BPBD Kendal juga menyiapkan langkah antisipasi.
Satu unit mobil tangki disiagakan khusus untuk membantu kebutuhan pemadaman kebakaran. Armada tersebut dipisahkan dari kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
BPBD Kendal juga menyiapkan pompa bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dapat digunakan untuk menyemprotkan air ketika terjadi kebakaran.
Jika pasokan air dari mobil pemadam kebakaran membutuhkan tambahan, petugas dapat memanfaatkan sumber air terdekat, seperti sungai maupun sumber air lain yang tersedia.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan maupun permukiman.
Masyarakat pun diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (Oasis)