Update  

Kunjungi Tanggul Kali Bodri yang Jebol, Mbak Tika: Insya Allah Besok Diperbaiki

Muzayyin Mahbub
Keinginan warga Kebonharjo Patebon Kendal, supaya tanggul Kali Bodri yang jebol dan menyebabkan banjir bandang Januari 2025, segera terpenuhi. Sebab tanggul tersebut segera diperbaiki.

Zonasi.id (Kendal)-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari atau mbak Tika, meninjau tanggul Kali Bodri yang ada di desa Kebonharjo kecamatan Patebon, Rabu (13/08/2025) sore. Tanggul tersebut, pernah jebol pada Januari 2025 lalu, dan menyebabkan ratusan rumah terendam air, yang ketinggian airnya mencapai 2 meter. Menurut mbak Tika, tanggul Kali Bodri di desa Kebonharjo ini, segera diperbaiki. Anggarannya menggunakan dana tak terduga bencana dari Provinsi Jawa Tengah. Soal teknis, tambah mbak Tika, yang tahu Dinas Pusdataru Jawa Tengah.
“Insya Allah, besok sudah proses perbaikan. Untuk lebih jelasnya tanya Pusdataru Jawa Tengah,” kata mbak Tika.
Sementara itu, Sub Koordinator Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Sugiyakto, menjelaskan panjang tanggul jebol Kali Bodri di desa Kebonharjo Patebon, panjangnya 30 meter, lebar 20 , dan tinggi 6 meter. Secara darurat, menggunakan bambu dan jumbo back yang diisi tanah. Sedang pelaksanaannya akan dilakukan Kamis (14/08/2025), dan ditargetkan selesai 30 hari ke depan.
“Panjang jumbo back 15 meter, dan ketinggiannya 3 meter. Besok dikerjakan, menunggu alat,” Ujarnya.
Ia , menambahkan untuk memperkuat tanggul , saat ini sedang dibangun senderan di sisi luar tanggul, yang panjangnya 65 meter. Selain itu, ujar Sugiyakto, juga dilakukan pelebaran arus sungai dengan mengeruk sedimentasi.Panjang pengerukan sedimentasi 300 meter dan tingginya 5 meter.
“Tahun 2026, tanggul yang jebol, rencananya akan dibangun permanen. Saat ini anggarannya sedang diajukan,” terangnya.
Warga Kebonharjo Patebon, Arif, mengaku kalau warga masih trauma dengan banjir bandang akibat tanggul jebol, pada Januari lalu. Oleh sebab itu, warga meminta agar tanggul yang jebol segera diperbaiki.
“Hujan sering turun, kami takut kejadian lalu terulang lagi. Kami terus berdoa supaya tidak ada bencana lagi,” aku Arif.