Hujan deras yang mengguyur Semarang sejak beberapa hari terakhir akhirnya membawa dampak serius bagi warga Jangli Tlawah, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari. Kamis (20/3/2025) pagi, tanah longsor terjadi di RT 9 RW 5, menyebabkan akses jalan terputus dan memaksa sejumlah warga untuk mengungsi demi keselamatan.
ZONASI.ID (SEMARANG) – Sejak pagi, suara gemuruh terdengar di kawasan tersebut, disusul dengan longsornya tanah sepanjang 100 meter dengan ketinggian 10 meter. Ketua RT setempat, Endro Suntoro, mengatakan bahwa warga sebenarnya sudah lama mencemaskan retakan yang muncul di jalan. Namun, hujan lebat yang terus mengguyur membuat kondisi semakin rawan hingga akhirnya bencana tak bisa dihindari.
“Rumah warga memang tidak sampai roboh, tetapi karena bagian depan rumah sudah terlihat retakan, kami putuskan untuk mengungsikan mereka,” ujar Endro. Total, ada empat keluarga yang harus meninggalkan rumah mereka, dengan jumlah pengungsi mencapai 16 jiwa.
Selain menyebabkan kepanikan warga, longsor juga melumpuhkan akses utama menuju RT 9. Warga kini harus memutar jauh melalui Jangli Raya atau Candi Golf untuk bisa keluar dari wilayah mereka. Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengungkapkan bahwa timnya segera merespons laporan warga dan mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen.
“Setelah kami cek, longsor ini cukup parah. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi dampaknya cukup besar terhadap mobilitas warga,” jelasnya. BPBD kini terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak longsor dan mencari solusi pemulihan akses.
Di tengah kondisi darurat ini, warga yang mengungsi hanya bisa berharap ada langkah cepat dari pemerintah. Beberapa dari mereka kini tinggal di rumah sanak saudara, sementara lainnya mengungsi di posko darurat. Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pemantauan dan mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa kawasan rawan longsor di Semarang perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Warga berharap ada langkah preventif yang lebih konkret, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan mereka. (FIAN)











