Tanpa pengeras suara, tetapi penuh penghayatan, Timur Suprabana menjadikan “Tadarus Gayeng” sebagai panggung kebersamaan dalam kata-kata.
ZONASI.ID (Semarang) – Penyair Timur Suprabana menggelar acara pembacaan puisi bertajuk “Tadarus Gayeng” di Ndalem Mbah Ubaid (KH Ubaidullah Shodaqoh), Ponpes Al Itqon Bugen Semarang, Rabu malam (19/3). Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang yang duduk lesehan di ruang tamu Mbah Ubaid.
Dalam acara tersebut, Timur membacakan sejumlah puisi karyanya sendiri dan tiga puisi karya WS Rendra, diiringi gitar oleh Imran Amirullah. Meskipun tanpa sound system, Timur tetap tampil memukau dan mendapat aplaus dari hadirin.
Puisi “Palestina, Palestina” dibacakan dengan ekspresif dan penuh penghayatan. Demikian pula saat membacakan puisi “Maskumambang” karya Rendra, yang mengkritisi kondisi kebangsaan berpuluh tahun lalu dan masih relevan hingga saat ini.
Acara “Tadarus Gayeng” dikonsep menjadi acara yang intim dan minimalis, melibatkan seluruh hadirin untuk turut berpartisipasi membaca puisi.
Beberapa penyair lain seperti Slamet Priyatin, Achiar M Permana, Daniel Hakiki, Any Faiqoh, Lukni Maulana, Kyai Budi Harjono, Paox Iben, dan Beno Siang Pamungkas juga turut tampil membacakan puisi.
Kyai Ubaidullah Sodaqoh (Mbah Ubaid) selaku tuan rumah menyambut gembira acara tersebut. Timur menyebutkan bahwa acara ini diniatkan untuk menghibur Mbah Ubaid, yang sebelumnya mengutarakan keprihatinannya terhadap situasi sosial politik dan kondisi masyarakat yang terpolarisasi.
Mbah Ubaid mengatakan bahwa acara ini membuatnya terhibur dan merasakan hal yang sama dengan hadirin lainnya. Acara ditutup dengan jamuan makan (sahur) bersama. []
Video Selengkapnya:











