Ruang aula Mts NU 27 Unggulan Jatipurwo di Dukuh Gempol Kuning Desa Jatipurwo Kecamatan Rowosari Kendal terbakar. Kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta.
Zonasi i (Kendal)-Kebakaran melanda ruang aula Mts NU 27 Unggulan Jatipurwo di Dukuh Gempol Kuning Desa Jatipurwo Kecamatan Ringinarum Kendal, Selasa (14/7/2026) dini hari. Kebakaran itu menghanguskan sejumlah fasilitas di antaranya kipas angin, meja, kursi, mukena serta sajadah yang ada di dalamnya. Adapun deretan tumpukan Alquran yang ada di ruangan itu masih utuh. Hanya ada tumpukan abu bekas kebakaran yang menyelimuti Alquran tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta. Pengurus Yayasan sekolah, Abdul Rokhman menduga kebakaran itu dilakukan oleh orang tak dikenal. Dia mengetahui adanya kebakaran itu dari petugas SPPG yang kebetulan hendak berangkat kerja. Saat itu, petugas SPPG melihat kobaran api dari dalam ruang aula sudah cukup besar. Merasa panik, petugas SPPG tersebut lalu melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah. Setelah itu api dipadamkan bersama-sama oleh warga.
“Indikasinya ada yang sengaja membakar. Tadi dari pihak kepolisian dan Inafis sudah melakukan olah TKP.” katanya, Selasa (12/7/2026).
Rokhman menerangkan, saat kebakaran kondisi ruang aula dalam keadaan tertutup namun tidak dikunci. Selain itu, tidak ada petugas jaga yang siaga 24 jam di lingkungan sekolah. Namun begitu, Rokhman menegaskan kondisi pintu gerbang depan, dan samping dalam keadaan digembok. Dia mengatakan, pelaku diduga membakar ruang aula itu menggunakan pertalite melalui bagian belakang sekolah. Di belakang sekolah itu, berbatasan langsung dengan rumah warga tanpa ada gerbang pembatas.
“Sepertinya pakai pertalite karena warnanya hijau, kemungkinan lewat belakang,” sambungnya.
Rokhman juga sempat melakukan pengecekan ke ruang aula pada pagi harinya setelah api padam. Ada ventilasi jendela dari besi bekas benggangan, yang diduga menjadi sarana pelaku melakukan pembakaran aula.
Meski begitu, saat ini pihak sekolah belum mengetahui siapa pelaku karena di sekolah itu tak dilengkapi CCTV.
“Ada 4 ventilasi, yang tengah memang sudah tidak ada besinya. Tapi kalau yang pojok sini, itu saya baru lihat ada benggangan, sebelumnya belum ada,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rokhman menjelaskan pihak sekolah tak memiliki masalah apapun dengan orang tua murid maupun pihak lain.
“Sejauh ini tidak ada masalah dengan pihak manapun, dengan orang tua dengan siapapun tidak ada masalah,” terangnya.
Kepala MTs, Falil Ulil Hidayah menerangkan, kejadian serupa juga sempat terjadi pada Kamis (9/7/2026) saat masih liburan sekolah.
Dia yang hendak berangkat untuk menyelesaikan tugas di ruang komputer, kaget saat melihat ada galon Le Mineral berisi cairan warna hijau di depan ruang kelas IX A yang berada di lantai 2 sekitar pukul 08:00 WIB.
Dia mengira cairan itu merupakan mainan anak-anak. Namun dia juga kaget saat melihat ada korek api yang tergeletak di bangku depan ruang kelas.
Setelah dicek, Falil mencium bau khas BBM jenis Pertalite di dalam galon Le Mineral tersebut. Di dalam galon itu, berisi sekitar lebih dari seperempat pertalite.
“Saya kebetulan mau mengerjakan tugas di ruang komputer, karena kan ruang komputernya ada di lantai 2,
“Saya juga kaget melihat ada cairan warna hijau, setelah tak cek kok baunya pertalite, dan kok ada korek api jenis gas juga di bangku,” terangnya.
Merasa penasaran, Falil lalu mengecek ke dalam kelas. Rasa kaget Falil semakin bertambah ketika dia melihat ada bekas kobaran api yang membakar tumpukan buku.
Falil pun langsung melaporkan kejadian itu kepada guru lain yang masuk untuk bertugas.
“Terus saya cek kan, lha kok ada bekas bakaran api, kaget kan saya terus lapor ke guru yang lain,” ujarnya.
Falil menuturkan, dirinya lalu kembali lagi ke ruang kelas tersebut bersama guru lain untuk memastikan api benar-benar padam.
“Ternyata masih ada sedikit apinya. Yang terbakar sebagain buku, terutama paket modul pembelajaran. Di situ juga ada pojok baca buku, yang terbakar sebagian,” paparnya.
Falil juga menegaskan pihak sekolah tak memiliki masalah apapun dengan pihak lain.
“Tidak ada masalah sama sekali, baik dengan orang tua maupun siswa. Siswa juga naik semua, lulus semua,” imbuhnya.
Falil menuturkan, kerugian dari kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 75 juta. Falil pun kini terpaksa meliburkan aktivitas pembelajaran hingga waktu yang belum ditentukan.
“Sekolah kami liburkan dulu sementara sampai menunggu hasil penyelidikan dari polisi selesai,” sambungnya.
Terkait dengan hal itu, Plt. Kasi Humas Polres Kendal , Iptu Deni Herawan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait dengan kebakaran ruang aula Mts NU 27 Unggulan Jatipurwo di Dukuh Gempol Kuning Desa Jatipurwo Kecamatan Ringinarum. Ia, menjelaskan kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa pertama kali diketahui oleh seorang warga, Fika (25), yang saat itu hendak berangkat bekerja menuju program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat melintas di depan gedung sekolah, Fika melihat kobaran api sudah membesar dari dalam bangunan. Ia kemudian memberi tahu Nur Khalim (40), warga setempat, yang selanjutnya menghubungi Bagas (27), seorang guru di sekolah tersebut, serta meminta bantuan warga sekitar.
“Warga bersama-sama , sudah berupaya memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WIB. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Rowosari pada pukul 05.12 WIB,” kata Deni.
Deni, menegaskan berdasarkan laporan kepolisian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas yang datang ke lokasi antara lain Kapolsek Rowosari, personel Unit Reskrim dan Intel Polsek Rowosari, Tim Inafis Polres Kendal, KSPK Polsek Rowosari, serta petugas PLN Weleri.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya kursi lipat berbahan kayu yang terbakar, kipas angin hangus, empat pentol korek api, serta benda yang diduga bekas botol air mineral yang meleleh akibat panas.
Polisi telah memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Akibat peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta,” terangnya.
MTs NU 27 Jatipurwo Rowosari Kendal Terbakar, Ditemukan 4 Pentol Korek Api
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Jaringan rumah sakit Muhammadiyah yang membutuhkan obat dalam jumlah besar mendorong organisasi tersebut masuk ke…

Warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini disiapkan layanan digital yang memungkinkan mereka mengecek kelengkapan dokumen…









