Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) tak ingin sekadar mencetak sarjana dengan kemampuan akademik. Kampus tersebut disiapkan menjadi tempat lahirnya pemimpin yang mampu mengisi ruang publik, dunia bisnis, hingga sektor sosial, bahkan berkiprah di tingkat nasional.
Zonasi. Id (Kendal)-Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) didorong tidak hanya menjadi kampus yang mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan pemimpin yang mampu berkiprah di tingkat daerah hingga nasional.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal KH Ikhsan Intizam saat memberikan apresiasi atas pelantikan Rektor baru UMKABA, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., Selasa (11/8/2026).
Menurut Ikhsan, UMKABA memiliki posisi strategis dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah melalui dunia pendidikan dan akademik.
“Kami sangat berharap UMKABA ini menjadi pilar pengembangan dakwah di akademisi Kendal, juga melahirkan intelektual-intelektual yang agamis, berpengetahuan luas, pandai dalam teknologi dan juga kesehatan,” ujar Ikhsan.
Ia berharap kepemimpinan rektor baru mampu membawa UMKABA semakin unggul dan memiliki daya saing hingga tingkat dunia.
Ikhsan mengatakan, hubungan PDM Kendal dengan UMKABA selama ini berjalan baik. Muhammadiyah juga turut memberikan dukungan dalam proses pemilihan rektor.
“Kami terus men-support agar UMKABA mencari rektor dari universitas yang besar seperti UMS atau Unimus,” katanya.
UMKABA Perkuat Konsep Leadership University
Rektor UMKABA Prof. Dr. Anton Agus Setyawan mengatakan, pihaknya akan memperkuat konsep Leadership University sebagai salah satu arah pengembangan kampus.
Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa agar memiliki kemampuan kepemimpinan di tiga sektor utama, yakni pemerintahan atau publik, bisnis, dan sosial.
“Kalau kita bicara Leadership University, ada kepemimpinan dari sisi publik, kemudian kepemimpinan dari sisi bisnis dan juga kepemimpinan sosial,” kata Anton.
Menurut dia, konsep tersebut akan diperkuat melalui visi, misi, serta kurikulum UMKABA. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan untuk menjadi pemimpin ketika terjun ke masyarakat.
“Ketika seseorang menempuh pendidikan sarjana, harapannya ketika dia keluar di masyarakat mampu menjadi pemimpin,” ujarnya.
Anton menegaskan, seorang pemimpin tidak cukup hanya menguasai teori dan kemampuan akademik. Pemimpin juga harus mampu melakukan inovasi, membuat terobosan, serta berani mengambil keputusan.
“Pemimpin itu esensinya adalah seorang inovator, seorang yang mau atau bisa melakukan inovasi dan terobosan-terobosan serta punya keberanian untuk mengambil keputusan,” katanya.
Materi kepemimpinan tersebut nantinya diberikan kepada mahasiswa di seluruh program studi.
Target Lahirkan Pemimpin dari Kendal
Penguatan konsep Leadership University tersebut sejalan dengan harapan PDM Kendal agar UMKABA menjadi tempat lahirnya kader-kader pemimpin yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.
Ikhsan berharap lulusan UMKABA nantinya dapat mengisi posisi strategis, termasuk jabatan publik di Kabupaten Kendal.
“Ini didesain untuk mencetak kader-kader pemimpin yang siap untuk menempati jabatan publik dan juga bisa menjadi pemimpin di Kabupaten Kendal, syukur-syukur menjadi pemimpin di tingkat nasional,” ujarnya.
Fakultas Ilmu Kesehatan Jadi Salah Satu Unggulan
Anton juga menyoroti Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai salah satu fakultas unggulan UMKABA.
Menurut dia, fakultas tersebut memiliki keunggulan karena mendapat dukungan dari Rumah Sakit Islam Kendal.
“Fakultas Ilmu Kesehatan kalau saya lihat dan amati yang paling lengkap. Fakultas ini di-back up penuh oleh Rumah Sakit Islam Kendal,” ujarnya.
Dukungan tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dari para praktisi kesehatan. Fasilitas laboratorium juga dinilai mendukung proses pembelajaran.
Mahasiswa juga memiliki kesempatan menjalani praktik dan magang di Rumah Sakit Islam Kendal.
Selain bidang kesehatan, program studi informatika dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Salah satu inovasi yang telah dihasilkan yakni learning management system yang digunakan untuk mendukung pembelajaran daring.
“Mereka sudah mampu membuat learning management system, satu aplikasi yang dipakai untuk pembelajaran online. Kita mampu membuat sendiri. Ini karya teman-teman di informatika,” kata Anton.
Sementara itu, program studi manajemen dan akuntansi dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Kendal.
“Kendal adalah wilayah industri yang pasti membutuhkan pengelola, membutuhkan manajer-manajer, membutuhkan ahli-ahli keuangan yang terkait dengan bisnis,” pungkas Anton.
(Oasis)











