Update  

PMI Kendal Krisis Stok Darah AB, Pendonor Diimbau Segera Donor

Oasis Minan Na'im

Stok darah golongan AB di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menipis. Hingga Selasa (15/9/2026), persediaannya hanya tersisa 10 kantong, sehingga warga bergolongan darah AB diminta segera mendonorkan darahnya.

ZONASI.ID (Kendal) – Stok darah golongan AB di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kendal tengah mengalami krisis. Per Selasa (15/9/2026), stok darah golongan AB hanya tersisa 10 kantong. Rinciannya, dua kantong whole blood (WB), lima kantong packed red cells (PRC), dan tiga kantong platelet concentrate (TC).

Kepala UTD PMI Kabupaten Kendal H. Agus Suwondo mengatakan, kondisi tersebut membuat pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki golongan darah AB, untuk melakukan donor darah.

“Memang pada hari ini kita ada krisis untuk golongan darah AB. Harapannya, teman-teman yang mempunyai golongan darah AB bisa mendonorkan darahnya untuk memenuhi stok golongan darah AB,” ujar Agus, Selasa (15/9/2026).

Secara keseluruhan, stok darah di UTD PMI Kendal pada hari yang sama tercatat sebanyak 359 kantong. Stok golongan darah A sebanyak 115 kantong, terdiri dari 99 kantong WB, 13 kantong PRC, dan tiga kantong TC.

Kemudian golongan darah B sebanyak 141 kantong, terdiri dari 129 kantong WB, 11 kantong PRC, dan satu kantong TC.

Sementara golongan darah O sebanyak 93 kantong, terdiri dari 87 kantong WB, empat kantong PRC, dan dua kantong TC.

Agus mengatakan, UTD PMI Kendal memiliki tim donor darah yang mencatat nama-nama pendonor aktif berdasarkan golongan darah. Data tersebut dapat digunakan untuk menghubungi pendonor ketika stok golongan darah tertentu mulai menipis, termasuk golongan AB.

“Kita punya namanya tim donor darah. Di tim donor darah itu ada nama-nama pendonor yang punya golongan AB. Kita siap untuk bisa meng-calling mereka,” katanya.

Stok TC Disesuaikan Kebutuhan

Agus menjelaskan, stok komponen darah seperti PRC dan TC memang tidak dapat disimpan dalam jumlah terlalu banyak. Khusus TC, persediaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan karena memiliki masa kedaluwarsa yang terbatas.

“Kalau TC memang karena kebutuhan dan juga masa expired-nya terbatas. Makanya kita tidak bisa stok terlalu banyak, disesuaikan dengan permintaan,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Agus berharap masyarakat yang memenuhi syarat donor darah dapat berpartisipasi membantu menjaga ketersediaan darah di PMI Kendal, terutama untuk golongan AB yang saat ini mengalami krisis. []