IKO JULIANT, NAMANYA
Bukan kecelakaan tapi pelajaran berdarah
tentang siapa yang boleh bersuara
Dan siapa yang harus dibungkam
Ampun, katanya
Diam, kata Mereka
Lupa, maunya Penguasa
kami tidak Lupa
kami tidak diam
Kami LAWAN
(September, mengapa bernuansa kelam?)
2 September 2025
MENDUNG JUMAT INI
Mendung menggelayut,
barangkali langit pun malas menatap negeri ini
Affan mati
rakyat bilang itu tragedi,
penguasa bilang itu Statistik
Ibu-ibu masih ngutang beras,
sementara gedung parlemen kenyang oleh pajak yang mereka peras
katanya: “Uang rakyat kembali untuk rakyat.”
”Nyatanya,kembali jadi gaji, tunjangan,dan kursi yang makin Empuk “
maka kami belajar sabar
sambil lapar, belajar taat
Sambil dipalak
Mendung Jumat ini,tapi mendung tak pernah ditarik pajak.
29 Agustus 2025
BALADA DI UJUNG SENJATA
Luka tidak selalu berwajah batu,
tidak selalu berteriak
Tapi bisa lahir dari kesadaran,dari keyakinan
bahwa suara bukan sekadar gema di ruang kosong kekuasaan
Namun negeri ini pandai bertopeng,
represi menyamar jadi ketertiban,
moncong senjata mendadak dipuja sebagai pahlawan
Sementara cicak, tokek,dan dongeng-dongeng usang dijadikan pelipur bagi rakyat yang lapar logika
Mereka berkata: ada asing menunggangi!
Padahal siapa tahu strategi apa yang sebenarnya dimainkan?
Apakah rakyat harus selalu dicurigai hanya karena berani bersuara?
Ketika DPR dan Polri seperti tubuh tanpa ruh,
kita kembali dihadapkan pada wajah militeristik yang percaya bahwa sunyi adalah tanda Damai
adahal kita sudah punya warisan
saling jaga,
saling rawat,
tanpa perlu dipantik kerusuhan
Tapi sejarah diulang lagi,seperti lagu sumbang
Yang tak pernah benar-benar selesai
Dan kita hanya bisa bertanya:
di negeri yang katanya merdeka ini,
apakah suara rakyat selalu harus berhadapan dengan laras senjata?
1 September 2025
JAMBON
Jika lelaki marah, disebut ksatria
Jika perempuan melawan, disebut histeria
Itulah republik misoginis kita.K
Kerudung pink bisa lebih tajam dari pidato di DPR
sayang, yang berani justru selalu dipotong
entah videonya,
entah suaranya.
Negeri ini pandai:
berdiri gagah jika lelaki,
dikecilkan jika perempuan
Padahal darah sama merah,
nyali sama keras
BravePinkavePink bukan kebetulan viral,
ia tamparan untuk para tuan yang sibuk mengatur negeri
tapi tak pernah tahu rasa sakit dihajar di jalanan.
6 September 2025
Emma Wijayanti, 43 tahun,tinggal di Kendal.
Bisa di hubungi melalui email wijayantiemma186@gmail.com.





