Sastra  

Merayu Suara – Puisi Mohamad Iskandar

icon zonasi
merayu suara
Ilustrasi/Zonasi.id

Merayu Suara

ritual lima tahunan

wajah-wajah tersenyum di baleho
hendak merayu suara
mengisi kantong-kantong jelata
dengan bungkusan janji dan uang tak seberapa

dengan nada-nada itu saja
“jika saya menjadi… “
ah mbel, kemarin-kemarin ke mana?

ritual lima tahunan

merayu suara dan melupakan

Demak, 18 November 2024

Selepas Hujan Petang

hari hampir malam
rumput, ranting, daun, tanah
basah; cinta sejati
air turun, sesuai titah
memberi hijau
memperpanjang nyawa

yang tumbuh segera
adalah sulur kebaikan
berasal dari tanah, memberi daya
dari-Nya yang agung
ke tubuh makhluk-makhluk

lalu kita
terjaga dalam doa-doa
menyimpan keridhaan
yang dikirimkan, berupa rupa

air dan cahaya
kayu dan tanah
menggapai gapai berkah

yang ditinggikan kemudian
rasa syukur dan kerelaan

sebab tubuh tanpa daya
ketika air, udara, api, cahaya
dan tanah tiada;
dari jagad manusia

Demak, 14 November 2024

Syiar

  Tri Setyawati

bagai sepohon rindang
menaungi bocah-bocah
dari terpaan
direnungkan tafsirnya
bab-bab kitab-kitab
yang lama sedia
meleburkan kasih
maka bergema —-
ayat-ayat perenungan

menjelma benih-benih

lekas di pasrahkan

ke pondok — dan kau
bermakna, seorang guru
mensyiarkan bijaksana

tegak setia
budi baik terjaga
sampai remang usia

berangkat ke dalam
suka duka pembelajaran
berarti sungguh-sungguh
seraut sepuh

Demak, 14 November 2024

Ketika Capung

di kain biru
dan cahaya bohlam
ia,…

direnungkan tafsirnya —- menjaga tiap napas

meski di api cahaya —- bayang diri teguh menghamba

untuk bersetia
dalam janji kecil
—- esok terbang lepas
jika masih diberkati
Maha suci,

Demak, 18 November 2024

Untuk Cahaya Dari Matamu

             Partiyatun

tentu saja, ya
beberapa larik dipersembahkan
bagimu yang bermata teduh
percakapan kecil lekas diciptakan
lepas dari gemuruh duka;
berkepanjangan…

yang terus diingat, tentu
bagian kecil cerita, tak surut
di rembang petang, sungguh
sedikit saja kata menagih…

sehabis itu
sebuah diksi, menyudut
nyanyi hati

dalam memasuki sunyi!

Demak, 17 November 2024

Mohamad Iskandar; Seorang lelaki kelahiran Demak yang hobi menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di beberapa media cetak dan online di antaranya Suara Merdeka, Nusa Bali, Biem.co, Pustaka Ekspresi, Ompiompi.com, Barisan.co, Dermaga Sastra, penaterbang.com, Harian Visualisasi Puisi, Majalah Elipsis, dan Semesta Seni.

Sejumlah puisinya juga termuat di puluhan antologi puisi bersama dan di 2 buku puisi tunggal yaitu Lelaki Utara (2020) dan Okin (2024).

Mendirikan komunitas sastra online KEPUL dan Ruang Kata. Aktif di beberapa komunitas antara lain Competer. Dapat dihubungi melalui Facebook: Mohamad Iskandar, Instagram: moissania. []