Update  

Skrining di 110 Titik Kendal Temukan 51 Kasus TB Positif, Kejar Target Eliminasi 2030

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Skrining aktif yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal mulai mengungkap kasus tuberkulosis (TB) di masyarakat. Dari 829 orang terduga TB yang ditemukan melalui penelusuran di 110 titik, sebanyak 51 orang terkonfirmasi positif, sementara 30 orang lainnya mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Temuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan TB sekaligus mengejar target eliminasi penyakit tersebut pada 2030.


Zonasi.id (Kendal )– Penelusuran aktif kasus tuberkulosis (TB) di Kabupaten Kendal mulai membuahkan hasil. Dari 829 orang yang terjaring sebagai terduga TB melalui skrining di 110 titik, sebanyak 51 orang terkonfirmasi positif mengidap penyakit menular tersebut. Sementara itu, 30 orang lainnya mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Temuan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal untuk menemukan kasus TB sedini mungkin, agar penderita segera mendapatkan penanganan dan rantai penularan dapat ditekan.
Skrining tersebut dilaksanakan melalui program tracing TB yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), program Kementerian Kesehatan. Di Kendal, kegiatan ini ditargetkan menjangkau 144 titik selama periode Agustus hingga November 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kendal, Agustinus Bambang Setyawan, mengatakan penemuan kasus secara aktif menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan TB di masyarakat.
Menurutnya, skrining tidak hanya menyasar warga yang telah menunjukkan gejala, tetapi juga membantu menemukan orang yang berpotensi terinfeksi dan belum menyadari kondisi kesehatannya.
“Dengan penemuan lebih awal, penderita diharapkan bisa segera mendapatkan pengobatan sehingga penanggulangan penyakit menular ini dapat dilakukan lebih efektif,” ujar Bambang setelah kegiatan skrining TB di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, TB masih menjadi persoalan kesehatan serius yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penelusuran secara aktif diperlukan agar semakin banyak kasus terdeteksi dan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan serta pengobatan yang sesuai.
“Melalui tracing TB ini diharapkan semakin banyak kasus yang ditemukan, sehingga lebih mudah untuk diobati dan ditanggulangi. Harapannya, Kabupaten Kendal bisa mencapai eliminasi TB pada 2030,” katanya.
Masih Ada 34 Titik yang Harus Dijangkau
Bambang menyebutkan, skrining di Desa Wonosari menjadi titik ke-110 dari total 144 titik sasaran program tahun ini. Dengan demikian, masih ada 34 titik yang perlu dijangkau hingga akhir periode pelaksanaan.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penemuan kasus TB di berbagai wilayah Kendal. Semakin luas skrining dilakukan, semakin besar pula peluang menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan di Desa Wonosari dipusatkan di balai desa setempat dengan melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Pegandon.
Penanggung Jawab Klaster IV Puskesmas Pegandon yang menangani penyakit menular, Aries Khozin, mengatakan skrining diikuti 100 warga, baik laki-laki maupun perempuan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi warga yang memiliki gejala ataupun faktor risiko TB. Warga yang menunjukkan tanda-tanda mengarah pada penyakit tersebut akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang memiliki tanda dan gejala TB ditemukan lebih awal sehingga segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Aries.
Pemeriksaan lanjutan dapat berupa pemeriksaan dahak maupun radiologi sesuai indikasi dan kebutuhan medis. Langkah ini diperlukan agar warga yang terindikasi TB memperoleh kepastian diagnosis dan penanganan yang tepat.
Skrining TB Sekaligus Cek Kesehatan Gratis
Tidak hanya mencari kasus TB, kegiatan di Desa Wonosari juga dimanfaatkan untuk memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Petugas Puskesmas Pegandon melayani pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah bagi warga yang hadir.
Integrasi kedua layanan tersebut diharapkan membuat masyarakat mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih luas. Warga tidak hanya berkesempatan mengetahui risiko TB lebih dini, tetapi juga dapat memantau kondisi kesehatan secara umum.
Aries berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama jika mengalami gejala yang mengarah pada TB. Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar penyakit dapat ditangani sebelum berkembang lebih jauh.
Melalui perluasan skrining, pemeriksaan lanjutan, dan pengobatan yang tepat, Dinkesda Kendal berharap penemuan kasus TB dapat terus meningkat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah jangka panjang Kabupaten Kendal untuk mencapai target eliminasi TB pada 2030.