Sebanyak 163 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah rampung dibangun. Namun, baru 77 titik yang ditargetkan siap beroperasi, sementara ratusan desa dan kelurahan lainnya masih terkendala lahan dan kelengkapan sarana prasarana.
Zonasi.id (Kendal)-Sebanyak 163 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah rampung dibangun. Namun, dari jumlah tersebut, baru 77 titik yang ditargetkan siap beroperasi setelah melalui proses verifikasi dan validasi.
Kepastian waktu operasional koperasi tersebut masih menunggu distribusi atau dropping sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Dandim Kendal Letkol Inf. Ade Sohali mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan KDKMP mulai menjalankan kegiatan usaha.
“Yang jelas untuk waktunya kapan mulai beroperasi, kita masih menunggu dropping,” kata Ade seusai pengarahan bersama di Pendopo Pemkab Kendal, Rabu (21/10/2026).
Selain persoalan kesiapan operasional, pembangunan KDKMP juga masih terkendala ketersediaan lahan. Ade menyebut, terdapat 123 desa dan kelurahan yang belum dapat membangun koperasi karena belum memiliki lahan yang memenuhi kebutuhan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya terus mengupayakan pemanfaatan aset negara yang tersedia di masing-masing wilayah.
“Kami terus mengawal kemungkinan pemanfaatan lahan BUMN, TNI, maupun lahan negara untuk pembangunan KDKMP di desa yang belum memiliki lahan,” tuturnya.
Ade menambahkan, tim monitoring dari Mabes TNI telah turun langsung ke lapangan untuk mempercepat pembangunan dan mengevaluasi kesiapan sarana pendukung.
“Dengan kunjungan dari Mabes TNI ini harapannya sarpras yang belum lengkap akan segera didorong agar dipercepat,” imbuhnya.
Pembagian tugas pengurus dan manajer
Ade juga menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara pengurus koperasi dan manajer agar pengelolaan usaha berjalan sesuai ketentuan.
Pengurus bertanggung jawab menjalankan fungsi organisasi koperasi, sedangkan manajer membantu mengelola kegiatan usaha sehari-hari.
Kejelasan kewenangan tersebut dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih tugas maupun persoalan tata kelola ketika KDKMP mulai beroperasi.
Sementara itu, Ketua Tim Monitoring KDKMP Kendal dari Mabes TNI, Marsekal Pertama Elia Ardiyanto, mengatakan sebagian besar lokasi yang diperiksa telah memiliki bangunan dan sarana pendukung.
Meski demikian, kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan teknis dalam mengelola koperasi juga perlu mendapat perhatian agar operasionalnya berjalan optimal.
Berdasarkan hasil monitoring pada 16–19 Oktober 2026, Elia menyebut masyarakat menaruh harapan besar terhadap keberadaan KDKMP, terutama untuk mempermudah akses terhadap kebutuhan pokok dan sarana pertanian.
Masyarakat berharap koperasi dapat menyediakan sembako dengan harga terjangkau, pupuk saat musim tanam, serta gas dengan akses yang lebih dekat.
“Harapan masyarakat sederhana, ketika mulai menanam, pupuk tersedia. Mereka juga ingin mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah dan lokasi yang lebih dekat,” ujarnya.
KDKMP diharapkan pasarkan produk unggulan Kendal
Di sisi lain, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap KDKMP tidak sekadar menjadi tempat penyediaan kebutuhan pokok, tetapi juga berperan sebagai jalur pemasaran produk unggulan daerah.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kopi Kendal. Menurutnya, kopi dari wilayah pegunungan Kendal memiliki potensi bersaing, tetapi pengolahan dan distribusinya belum optimal.
Bahkan, sebagian hasil panen kopi dari Kendal justru dipasarkan ke Kabupaten Temanggung karena faktor kedekatan lokasi.
“Kami berharap KDKMP bisa mendorong hilirisasi produk unggulan Kendal, termasuk kopi, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” kata Dyah.
Selain kopi, pemerintah daerah juga berharap tembakau dan berbagai komoditas lokal lainnya dapat dipasarkan melalui koperasi.
Dengan demikian, KDKMP diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.
“Jadi nanti bisa bersinergi antara produk lokal dengan KDKMP,” tandasnya.
163 KDKMP di Kendal Rampung Dibangun, Baru 77 Ditargetkan Siap Beroperasi
Rekomendasi untuk kamu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan konektivitas antardestinasi melalui program…










