Update  

Tekuk Walisongo Sragen 2-1, Darul Amanah Kendal Juara Football Santri 2026

Oasis Minan Na'im
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menyoroti kekompakan dan sinergi antarpemain saat menyaksikan kebangkitan sepak bola santri dalam turnamen Football Santri 2026 di Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, Kamis (22/10/2026). Dalam turnamen yang diikuti 16 tim tersebut, Ponpes Darul Amanah Sukorejo, Kendal, keluar sebagai juara setelah menundukkan Ponpes Walisongo Sragen dengan skor 2-1 pada laga final.


Zonasi id (Kendal )– Trofi Football Santri 2026 akhirnya menjadi milik tuan rumah, Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Darul Amanah memastikan gelar juara setelah menundukkan Ponpes Walisongo Sragen dengan skor 2-1 pada laga final di Stadion Kebondalem Kendal, Kamis (22/10/2026) petang.
Kemenangan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Darul Amanah sekaligus menandai keberhasilan penyelenggaraan perdana Football Santri yang diikuti 16 tim pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk memeriahkan Hari Santri Nasional.
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menyerahkan langsung piala kepada tim juara. Sementara itu, Ponpes Walisongo Sragen menempati posisi kedua, sedangkan juara ketiga bersama diraih Ponpes Darul Ulum Batang dan Ponpes Syubbanul Wathon Magelang.
Gus Yasin mengapresiasi turnamen yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah tersebut. Menurut dia, kompetisi ini menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat di bidang olahraga.
Dia menilai, pertandingan sepak bola bukan sekadar ajang adu kemampuan individu, melainkan juga sarana membangun kekompakan dan kerja sama tim.
“Yang paling menarik itu kerja tim. Satu tim benar-benar bisa kita lihat kekompakannya, lalu masing-masing sudah ada chemistry dan sinerginya. Ini yang paling utama sehingga perlu terus didorong,” ujar Gus Yasin.
Dia berharap potensi pemain sepak bola dari kalangan santri dapat dipetakan dan dilaporkan secara berjenjang hingga tingkat provinsi. Dengan begitu, pemain berbakat yang muncul dari kompetisi pesantren bisa mendapat perhatian untuk pengembangan olahraga di Jawa Tengah.
Menurut Gus Yasin, pembinaan santri juga perlu berjalan beriringan dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dia mencontohkan program pernikahan bagi 62 pasangan yang disertai pemberian modal usaha dan fasilitas bulan madu. Program tersebut, menurut dia, menjadi salah satu bentuk kontribusi pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Ketua Panitia Penyelenggara Football Santri 2026, Gus Basyar Rohman, mengatakan dirinya bersyukur turnamen dapat berlangsung lancar. Pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah Mororejo, Kaliwungu, Kendal, itu berharap kompetisi tersebut menjadi awal kebangkitan sepak bola santri di Jawa Tengah.
Dia menilai, keberlanjutan turnamen penting agar para santri memiliki ruang untuk mengasah kemampuan, membangun kebersamaan, dan menjunjung sportivitas.
Persiapan untuk penyelenggaraan berikutnya, lanjut dia, perlu dilakukan lebih awal dan dimatangkan pada November hingga Desember agar pelaksanaan kompetisi semakin terencana.
“Keberlanjutan kompetisi ini penting untuk menjaga semangat para santri sekaligus membuka kesempatan bagi mereka mengembangkan kemampuan, kebersamaan, dan sportivitas,” ujar Gus Basyar.