Di era ketika informasi palsu mudah menyebar di ruang digital, anggota Pramuka dituntut tak hanya cerdas menjawab pertanyaan, tetapi juga kritis memilah informasi dan berani menjunjung kejujuran. Pesan itu mengemuka dalam Final Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Binaan Wilayah (Binwil) Semarang di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Zonasi.id (Kendal)-Di tengah derasnya arus informasi digital, anggota Pramuka dituntut tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berpikir kritis, memilah informasi, dan menjunjung tinggi kejujuran. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan utama dalam Final Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Binaan Wilayah (Binwil) Semarang di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Kompetisi tersebut diikuti perwakilan dari enam daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kendal, Mahfud Sodiq, mengatakan LCTP tidak sekadar menjadi ajang adu pengetahuan, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan berpikir cepat, ketepatan menjawab, dan kecakapan mengambil keputusan.
Menurut Mahfud, kemampuan tersebut penting untuk membentuk anggota Pramuka yang berwawasan luas sekaligus mampu menerapkan pengetahuannya secara bertanggung jawab.
“Kemampuan itu penting untuk membentuk anggota Pramuka yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya secara bertanggung jawab,” katanya.
Mahfud yang juga menjabat Ketua DPRD Kendal itu berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berintegritas, kritis dalam menyikapi informasi, dan peduli terhadap masyarakat.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, menekankan pentingnya menyeimbangkan kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, dan prestasi dalam pembinaan anggota Pramuka.
Menurut dia, kemampuan berpikir kritis semakin dibutuhkan karena generasi muda setiap hari berhadapan dengan beragam informasi yang belum tentu benar atau terverifikasi.
Dengan wawasan luas dan kemampuan bernalar yang baik, anggota Pramuka diharapkan mampu memilah informasi, menghindari kesalahan dalam menerima kabar, serta mengambil keputusan secara bijaksana.
“Kecerdasan tanpa karakter tidak akan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Slamet.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas selama perlombaan. Baginya, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses untuk mencapainya.
“Kemenangan yang diraih dengan cara jujur dan kesatria jauh lebih mulia daripada kemenangan yang dicederai oleh kecurangan,” tegasnya.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan tari-tarian dan atraksi bela diri oleh para santri Pondok Pesantren Darul Amanah.
Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah, KH Muhammad Fatwa atau Gus Fatwa, mengatakan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, berwawasan luas, dan memiliki semangat kebangsaan.
Darul Amanah, kata dia, mendukung keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan Pramuka, mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, nasional, hingga internasional.
Menurut Gus Fatwa, Pramuka Darul Amanah telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah santrinya pernah mengikuti Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan. Pesantren tersebut juga rutin mengirimkan kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional.
“Pramuka Darul Amanah telah menorehkan banyak prestasi, baik nasional maupun internasional. Bahkan secara rutin mengirimkan kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan kepramukaan tidak semestinya berhenti pada seremoni atau sekadar mengejar kemenangan dalam perlombaan.
Sebaliknya, nilai-nilai yang dipelajari melalui Pramuka harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui pembinaan tersebut, Darul Amanah berharap nilai-nilai Pancasila, keagamaan, kemandirian, dan tanggung jawab semakin tertanam dalam diri generasi muda.
Dengan demikian, prestasi dalam LCTP tidak hanya menjadi kebanggaan peserta dan daerah asal, tetapi juga bagian dari upaya membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Beranda
Update
Pramuka Dituntut Kritis di Era Banjir Informasi, LCTP Binwil Semarang Tekankan Kejujuran
Pramuka Dituntut Kritis di Era Banjir Informasi, LCTP Binwil Semarang Tekankan Kejujuran
Rekomendasi untuk kamu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan konektivitas antardestinasi melalui program…










