Update  

Atlet Silat Darul Amanah Kendal Borong Enam Gelar Juara di Sunan Kalijaga Cup V

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Santri Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, membuktikan mampu bersaing di arena olahraga nasional. Dalam Kejuaraan Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup V pada 26–29 Oktober 2026, mereka sukses memborong lima gelar juara I dan satu juara III dari berbagai kategori tanding dan seni.

Zonasi .id (Kendal)– Atlet pencak silat Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong enam gelar juara dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Sunan Kalijaga Cup V yang berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, para atlet Darul Amanah berhasil meraih lima gelar juara I dan satu juara III dari berbagai kategori tanding dan seni, mulai tingkat Pra Remaja hingga Remaja.
Pada kategori Pra Remaja Putra kelas F, Muhammad Saifur dan Faris Amsyar sukses meraih juara I. Sementara itu, Mahruz Gibran keluar sebagai juara I kategori Seni Solo Kreatif.
Prestasi juga ditorehkan atlet putri. Nabila Talitha Lathif dan Qurotu Aini masing-masing meraih juara I kategori Pra Remaja Putri.
Gelar juara I lainnya disumbangkan tim Seni Beregu Putri yang diperkuat Lika Alifiya, Asyha Mustafida, dan Kaisa Nabila. Ketiganya tampil kompak dengan koordinasi dan keselarasan gerakan yang mengantarkan mereka menjadi yang terbaik.
Sementara itu, Muhammad Nauval Ilyas menyumbangkan satu gelar juara III pada kelas G kategori Remaja Putra.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan para atlet dalam menjalani latihan dan persiapan sebelum berlaga di tingkat nasional. Kedisiplinan, penguasaan teknik, serta mental bertanding menjadi modal penting untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat berpuas diri,” kata Lika Alifiya.
Pengasuh Ponpes Darul Amanah Sukorejo, KH Muhammad Fatwa, mengatakan, kejuaraan tingkat nasional tersebut menjadi ajang bagi para santri untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Ia berharap hasil yang diraih menjadi bekal bagi para atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
Menurut dia, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat dan kemampuan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Ada berbagai kegiatan ekstra santri selain mengaji, salah satunya silat. Pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat yang kompetitif,” tegasnya.
Para atlet diharapkan terus menjaga semangat berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan tetap rendah hati atas prestasi yang diraih.
Selain melatih kemampuan fisik dan teknik bela diri, pencak silat juga mengajarkan nilai kedisiplinan, keberanian, persaudaraan, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.