Update  

Operasi Bocah Kendal Berlangsung 1 Jam, Benda Logam Menempel di Tulang Iga

Oasis Minan Na'im
Operasi pengangkatan benda logam yang bersarang di tubuh MTAI (11), bocah yang terluka saat bermain di pasar malam kompleks Mako Brimob Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berlangsung sekitar satu jam. Meski benda tersebut berhasil diangkat dan korban dalam kondisi sadar, polisi masih menyelidiki asal-usul benda yang menempel di tulang iga korban tersebut.

Zonasi.id (Kendal)– Operasi pengangkatan benda logam yang bersarang di tubuh MTAI (11), bocah yang terluka saat bermain di pasar malam kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berlangsung sekitar satu jam di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang, Rabu (4/11/2026).
Operasi berjalan lancar. Benda logam berwarna perak tersebut berhasil diangkat dari tubuh korban. Namun, asal-usul benda yang melukai bocah asal Dusun Suropadan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, itu masih menjadi misteri.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, proses operasi berlangsung sekitar satu jam, terhitung sejak persiapan hingga korban kembali ke ruang perawatan.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, benda tersebut berupa logam tumpul berwarna perak atau silver. Benda itu menempel di bagian tulang iga atau tulang kosta, tetapi tidak sampai mengenai organ vital.
“Pengangkatan berjalan lancar. Kondisi anak saat ini dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Alhamdulillah,” kata Ratna saat memberikan keterangan di Mapolres Kendal, Kamis (5/11/2026).
Meski benda tersebut berhasil dikeluarkan, polisi belum bisa memastikan asal maupun jenis alat yang menjadi sumbernya. Benda logam itu kini akan dianalisis oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengetahui karakteristiknya.
“Kami belum bisa memastikan dari jenis alat apa benda tersebut berasal. Saat ini masih menunggu hasil analisis dari Pidlabfor,” jelasnya.
Polisi Tak Temukan Saksi yang Mendengar Letusan
Di sisi lain, polisi masih mendalami kronologi kejadian yang menyebabkan MTAI terluka. Sejumlah saksi yang berada di lokasi, termasuk teman-teman korban, telah dimintai keterangan.
Mereka diketahui mendampingi korban menuju pos penjagaan untuk menemui petugas setelah mengalami luka. Para teman korban juga ikut menemani hingga MTAI dibawa ke rumah sakit.
Namun, dari pemeriksaan sementara, belum ada saksi yang mengaku mendengar suara letusan pada malam kejadian.
Ratna mengatakan, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, pemeriksaan awal belum menemukan petunjuk yang bisa memastikan penyebab luka korban.
“Kalau ada tembakan, pasti masyarakat mendengar. Namun, belum ada masyarakat yang menerangkan jika mendengar suara tembakan, termasuk petugas di penjagaan. Nanti akan kami dalami lagi,” ujar Ratna.
Menurut Ratna, suasana di lokasi kejadian saat itu cukup ramai karena sedang berlangsung pasar malam atau hiburan rakyat. Musik dan aktivitas pengunjung membuat kondisi sekitar cukup bising.
“Siapa pun pada malam itu bisa masuk ke lokasi. Suasananya juga ramai dengan musik. Kan, pasar malam. Karena itu, kami masih mencari saksi-saksi yang berada di sana, termasuk petugas jaga, serta mencari CCTV di sekitar lokasi untuk kami analisis,” tuturnya.
Polisi kini menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk membantu merekonstruksi peristiwa tersebut.
Hasil pemeriksaan Pidlabfor terhadap benda logam yang diangkat dari tubuh korban diharapkan dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap sumber benda sekaligus penyebab MTAI terluka.
Sebelumnya, MTAI mengalami luka di bagian belakang ketiak kanan saat bermain di pasar malam kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor, Kaliwungu. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya serpihan logam di dalam tubuh bocah berusia 11 tahun tersebut.