Bank Budi adalah metafora kuat tentang pentingnya timbal balik dan kepercayaan dalam membangun jaringan kehidupan, sebuah konsep yang mengajarkan bahwa kebaikan yang ditanam akan menentukan masa depan Anda.
Oleh: Beno Siang Pamungkas
SAYA pertama kali membaca istilah Bank Budi dalam The Zahir karya Paulo Coelho, sebuah buku yang berkisah tentang pencarian seorang suami yang ditinggalkan istri tercintanya dan pencarian tersebut membawanya keluar dari zona nyaman yang dikenalnya, serta melemparkannya ke jalur yang tidak dikenalnya, sehingga matanya menjadi terbuka dan bisa memahami makna cinta serta kekuatan takdir.
Menurur Coelho, Bank Budi adalah bank paling kuat di dunia, dan kita bisa menemukannya di setiap aspek kehidupan. Dalam rekening bank tersebut yang disimpan bukanlah uang tapi kontak.
Bila seseorang dikenalkan kepada orang lain untuk mengatur perjanjian-perjanjian demi kemajuan kariernya, misalnya, otomatis orang tersebut tahu dia berhutang budi kepada yang membukakan kontak dan jaringan. Padahal orang tersebut tidak akan meminta apa pun sebagai bayaran.
Hingga suatu hari saat membutuhkan, orang yang memberi bantuan akan ganti meminta tolong. Dan sebagai investasi Bank Budi juga mengandung risiko seperti bank-bank lain.
Orang yang ditolong bisa saja menolak memberikan bantuan. Namun orang tersebut akan tercatat sebagai nasabah yang tidak bisa dipercaya dan perlahan tapi pasti potensinya akan meredup dan terlupakan.
Berbeda halnya bila orang yang pernah ditolong itu juga bersedia membantu di saat dibutuhkan, orang yang dibantu akan sangat berterima kasih dan kontak serta jaringannya akan terus berkembang dan meluas.
Orang-orang juga akan melihat bahwa dia adalah orang yang tahu membalas budi. Jadi mereka pun mulai menyimpan di rekening orang tersebut, selalu dalam bentuk kontak, karena dunia ini hanya terdiri atas kontak.
Mereka suatu hari akan meminta bantuan ke orang tersebut, yang tentu saja akan menghormati dan membantu orang lain yang pernah membantunya, demikian seterusnya sehingga jaringannya berkembang ke seluruh dunia.
Dalam salah satu halaman bukunya yang berjudul Master Mic, Larry King bercerita tentang hubungannya dengan seseorang yang bernama Boom Boom Giorno, yang diduga pimpinan mafioso yang suatu hari meminta dirinya menjadi pembawa acara dalam sebuah acara yayasan amal yang menyokong anak-anak jalanan dari Itali dan tempat-tempat lainnya, yang berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 400 ribu dolar.
Boom Boom si tokoh misterius dan auranya membuat Larry King sedikit ketakutan rupanya tidak suka berhutang budi. Ketika merasa puas atas penampilan Larry King, saat mengantar ke mobilnya dia bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membalas jasa Larry King dengan bertanya: “Ada orang yang tidak Anda sukai?” Larry King semakin ketakutan dan tidak berani menjawab pertanyaan tersebut.
Larry King dari sejarah perjalanan hidupnya jelas termasuk orang yang rekeningnya di Bank Budi tercatat baik.
Kisahnya yang dimulai sebagai penyiar radio kecil di Miami, terus berkembang menjadi salah satu penyiar radio dan televisi dengan jumlah pendengar/ pemirsa terbanyak di dunia penyiaran. Gajinya pun juga termasuk rekor tertinggi di dunia. []






