Berbesar Hati

beno siang pamungkas
Ilustrasi/ Dall-e

Berbesar hati berarti memiliki sikap Ikhlas, rela dan siap menerima segala hal yang terjadi dalam hidup baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

ZONASI.ID – Saya respek dengan pernyataan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Hendrar Pribadi yang disampaikan beberapa saat setelah hasil hitung cepat (quick count). Pasangan Calon Pilgub Jateng nomor 01 Andika Perkasa-Hendi Pribadi kalah dalam hitung cepat dari lawannya paslon 02 Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung KIM Plus.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada sejumlah wartawan dan telah beredar di sejumlah platform media sosial mantan Wali Kota Semarang ini mengatakan demikian: Pasti semua pendukung kita terpukul. Saya mohon maaf kepada teman-teman partai, relawan, yang selama ini mendukung Andika-Hendi hasilnya tidak baik sejauh ini, saya mohon maaf. Meskipun demikian saya bangga selama 62 hari kampanye dalam suka dan duka dan semuanya pasti terpukul dengan hasil ini, tapi Insya Allah ada hal-hal optimis yang bisa kami kerjakan.

Kita semua tentu masih menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang dari TPS, PPS, PPK lalu kabupaten/ kota hingga provinsi dan akan diumumkan secara resmi ke publik oleh KPU pada 15 Desember 2024. Namun bila menengok dari Pemilu-Pemilu sebelumnya, hasil hitung cepat tersebut relatif sesuai dan tidak banyak perbedaannya dengan hasil resmi versi KPU.

Sehingga pernyataan Hendi tersebut menunjukkan kebesaran hatinya dalam berkontestasi, yaitu siap menang dan juga siap mengakui kekalahan. Karena pihak yang kalah biasanya mencari-cari alasan dengan menuduh pihak yang menang telah bermain secara curang dan tidak fair dalam pertarungan.

Berbesar hati berarti memiliki sikap Ikhlas, rela dan siap menerima segala hal yang terjadi dalam hidup baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Hanya orang yang telah matang secara emosional dan spiritual serta memiliki kedewasaan dalam berpikir dan bertindak yang memiliki kapasitas tersebut.

Dalam interaksi dan pergaulan berbesar hati dapat ditunjukkan dengan cara mampu menghargai perbedaan, menjalin dan memiliki pola komunikasi yang baik serta rela meminta maaf maupun memaafkan serta selalu bersyukur dan optimis.

Sebenarnya ada sebuah pameo yang berasal dari tradisi Jawa yang perlu diterapkan oleh siapa saja yang ingin masuk ke dalam gelanggang pertandingan yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk, yaitu siapa yang menang tidak boleh besar kepala (sombong), jika kalah juga tidak boleh marah dan merusak.

Sayangnya saat ini sosok yang bisa kita teladani dan jadikan panutan semakin jarang. Mereka yang berada di pusat-pusat kekuasaan justru tanpa malu, secara terang benderang, memberi contoh bagaimana caranya menabrak aturan dan melakukan segala macam cara agar bisa menang dalam kontestasi serta untuk melanggengkan kekuasaannya.