Update  

Bukan Sekadar Pramuka, 25 Anak Muda Kendal Disiapkan Jadi Pengawal Demokrasi

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Sebanyak 25 anak muda di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, disiapkan menjadi garda depan pengawasan pemilu dengan menyasar pemilih pemula. Mereka resmi dilantik sebagai Dewan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu angkatan pertama oleh Bawaslu Kendal dalam perkemahan di Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, 16-17 Oktober 2026.

Zonasi.id (Kendal)-Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi urusan penyelenggara. Sebanyak 25 anak muda di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini disiapkan menjadi penggerak pengawasan partisipatif untuk mengawal demokrasi, terutama dengan menyasar pemilih pemula.
Mereka resmi dilantik sebagai Dewan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu angkatan pertama oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal dalam kegiatan perkemahan di Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, pada 16-17 Oktober 2026.
Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pendidikan politik melalui gerakan pramuka, sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya pengawasan pemilu sejak dini.
Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Kendal, Muhammad Habibi, mengatakan, 25 anggota tersebut terbagi dalam tiga krida, yakni Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Pelanggaran.
“Harapannya, dengan dilantiknya anggota Dewan Saka melalui kegiatan kemah ini, dapat menjadi titik awal pengawasan pemilu berbasis komunitas melalui gerakan pramuka yang berfokus pada pemilih pemula,” ujar Habibi.
Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Adhyasta Pemilu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, mengatakan, anggota Saka memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan program Bawaslu dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pemilu.
Menurut Amin, program tersebut akan dikembangkan hingga ke pangkalan-pangkalan pramuka, baik tingkat penggalang maupun penegak.
Dengan demikian, pendidikan politik tidak hanya berlangsung melalui sosialisasi formal, tetapi juga menjangkau lingkungan sekolah dan komunitas anak muda.
“Kita jadikan ini satu bentuk pendidikan politik agar kawan-kawan lebih giat dalam menyosialisasikan dan melibatkan aksi dari semua anggota di pangkalan-pangkalan. Karena ke depan, pemilu ini kita bisa ikut mengawal demokrasi dengan baik,” kata Amin.
Ia menegaskan, anggota Saka perlu memahami tiga pilar utama pengawasan pemilu, yaitu pencegahan, pengawasan, dan penindakan.
Sementara itu, Pamong Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Kendal, Ali Mashudi, berharap kepengurusan angkatan pertama tersebut dapat mendorong penambahan anggota baru sekaligus memperkuat kegiatan di masing-masing krida.
Program kerja yang telah dirumuskan melalui Musyawarah Saka selanjutnya akan dijalankan oleh Dewan Saka.
Melalui pelantikan ini, Bawaslu Kendal berharap pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam membangun kesadaran politik, mencegah pelanggaran, dan mendorong terwujudnya pemilu yang berintegritas.