Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak para santri memanfaatkan teknologi digital untuk menimba ilmu dan mengembangkan potensi diri. Menurut dia, santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Zonasi.id (Kendal)-Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari membuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).
Dalam momentum tersebut, Bupati Dyah mengajak para santri memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk kegiatan positif, terutama dalam menimba ilmu dan meningkatkan kapasitas diri.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 14–22 Oktober 2026 dengan berbagai agenda keagamaan, perlombaan, hingga pelayanan administrasi kependudukan.
“Di zaman modern ini, era digitalisasi sangat berkembang dengan cepat. Harapannya, era digitalisasi digunakan untuk kegiatan yang memberikan kemanfaatan, untuk menimba ilmu dan sesuatu yang bermanfaat lainnya,” kata Dyah.
Ia mengingatkan para santri agar tidak terjerumus dalam penggunaan teknologi digital yang tidak memberikan manfaat.
Menurut Dyah, santri memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, berintegritas, tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia.
“Harapannya, kita bersama-sama mewujudkan para santri yang memiliki agama yang kuat, berintegritas, tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia. Mereka nantinya menjadi harapan untuk memimpin bangsa Indonesia ke depan,” ujarnya.
Perkuat sinergi pesantren dan pemerintah
Dyah mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pondok pesantren, pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut Kabupaten Kendal termasuk tiga besar kabupaten yang mendukung pesantren. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus memperkuat dukungan terhadap perkembangan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
Dyah juga mengapresiasi kontribusi para pengasuh pondok pesantren, kiai, ulama, dan santri dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial dan keagamaan.
Menurut dia, kegiatan positif yang dijalankan pesantren turut berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkokoh kerukunan dan persatuan masyarakat.
Ia mengajak para ulama, pimpinan pesantren, dan santri untuk terus memperkuat pendidikan keagamaan sesuai Al Quran dan As Sunnah, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentengi masyarakat dari paham dan tindakan yang bertentangan dengan agama maupun Pancasila.
“Dengan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, kita akan dapat bersama-sama menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta menciptakan Kabupaten Kendal yang aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Upacara puncak digelar 22 Oktober
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Kendal berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan yang disiapkan meliputi perlombaan, pelayanan administrasi kependudukan, ziarah ke makam kiai dan ulama, serta kegiatan keagamaan.
Selain itu, panitia juga menjadwalkan jalan sehat pada Minggu (18/10/2026). Puncak peringatan HSN akan ditandai dengan upacara di Alun-alun Kendal pada Kamis (22/10/2026).
Dyah berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan pesantren.
“Semoga rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 ini berjalan lancar dan sukses serta memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi umat di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Ketua DPRD: Santri harus percaya diri
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq mengapresiasi dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Menurut Mahfud, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi santri di Kabupaten Kendal. Ia berharap dukungan serupa dapat terus diperkuat agar semakin banyak potensi dan peran santri yang mendapat ruang untuk berkembang.
“Harapan kami, meskipun mungkin belum bisa menyeluruh, dukungan anggaran ini bisa menumbuhkembangkan potensi-potensi santri yang ada di Kendal, mengingat Kendal menjadi salah satu kabupaten yang terkenal dengan ikon santrinya,” kata Mahfud.
Ia menilai, peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas dan peran mereka sebagai santri.
Mahfud berpesan agar para santri tidak minder dalam menatap masa depan. Menurut dia, banyak tokoh telah lahir dari kalangan santri dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Kendal ini lumbungnya santri. Sudah banyak tokoh yang lahir dari kalangan santri, sehingga jangan berkecil hati. Santri pasti bisa menjadi jawaban untuk masa depan,” ujarnya.
Bupati Kendal Buka Rangkaian Hari Santri 2026, Ajak Santri Manfaatkan Teknologi Digital











