Update  

Hari Santri 2026, Wabup Kendal Ajak Santri Ziarah dan Teladani Perjuangan Ulama

Oasis Minan Na'im

Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi mengajak para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan umum agar mampu menghadapi tantangan zaman dan ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ajakan itu disampaikan saat ziarah ke makam Mbah Guru Asyari di Kaliwungu Selatan, Kendal, Senin (19/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.


Zonasi.id (Kendal), – Wakil Bupati Kendal H. Benny Karnadi mengajak para santri untuk meneladani perjuangan ulama sekaligus mengembangkan ilmu agama dan pengetahuan umum agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Pesan tersebut disampaikan Benny saat mengikuti kegiatan ziarah ke makam KH Asyari atau yang dikenal sebagai Mbah Guru Asyari di Jabal Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Senin (19/10/2026).
Benny mengatakan, ziarah tersebut menjadi salah satu kegiatan untuk mengenang jasa para ulama yang berperan penting dalam sejarah dan perjuangan bangsa, sekaligus memanjatkan doa bagi Kabupaten Kendal.
“Di Hari Santri ini kita menegaskan kembali untuk berziarah kepada beliau, memohon doa untuk Kabupaten Kendal supaya aman, tenteram, lancar, dan masyarakatnya juga bahagia,” kata Benny.
Menurut dia, kegiatan ziarah juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat.
Benny berharap para santri di Kabupaten Kendal tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mengembangkan pengetahuan umum sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.
“Kami berharap santri selain belajar ilmu agama juga mengembangkan ilmu umum, menyesuaikan perkembangan zaman yang ada, dan bisa berkontribusi nantinya dalam persiapan Indonesia Emas ke depan,” ujarnya.

Santri Diajak Mengingat Jasa Ulama

Sementara itu, Ketua Umum Pengganti Antarwaktu (PAW) MUI Kabupaten Kendal KH Mukhamad Mustamsikin mengatakan, ziarah menjadi bagian penting dari peringatan Hari Santri untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Mustamsikin, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri menjadi momentum bagi kalangan santri untuk kembali mengingat sejarah perjuangan para ulama dan kiai.
Dia menilai, berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri boleh dilaksanakan. Namun, kegiatan tersebut hendaknya tetap diiringi dengan upaya mengenang jasa para pejuang melalui ziarah.
“Kegiatan yang lain silakan diadakan, tapi jangan lupa kita ziarah, kita ingat kepada para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Mustamsikin.
Dia berharap, momentum Hari Santri dapat membangkitkan semangat para santri untuk menjaga kemerdekaan sekaligus meneruskan cita-cita para ulama dan kiai yang telah berjuang bagi bangsa.
“Dengan mengingat para ulama dan kiai yang telah memperjuangkan ini, kita para santri harus lebih semangat lagi untuk menjaga kemerdekaan dan meneruskan cita-cita para ulama serta para kiai,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan kaum santri dan ulama serta memperkuat peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.