Ilmu yang tinggi tak akan bermakna jika hanya menjadi jalan untuk mengejar pujian dan kedudukan. Imam Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, Syaikh Prof. Dr. Zakaria Muhammad Marzouq Al Hasani, mengingatkan pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, dan penghormatan kepada guru dalam menuntut ilmu saat memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Zonasi.id (Kendal)- Menuntut ilmu bukan sekadar memperkaya pengetahuan atau mengejar pengakuan, melainkan juga membentuk akhlak, menumbuhkan kerendahan hati, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Karena itu, keikhlasan dan penghormatan kepada guru menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan dalam proses belajar.
Pesan tersebut disampaikan Imam Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, Syaikh Prof. Dr. Zakaria Muhammad Marzouq Al Hasani, saat memberikan kuliah umum di Kampus Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Syaikh Zakaria mengingatkan para santri, siswa, dan mahasiswa agar senantiasa meluruskan niat ketika menuntut ilmu. Pengetahuan, menurut dia, tidak seharusnya dijadikan sarana untuk mengejar kedudukan, pujian, ataupun pengakuan dari orang lain.
Ia juga mengingatkan agar pencari ilmu menjauhi kesombongan dan sikap merasa paling benar. Sebab, ilmu semestinya mengantarkan seseorang pada pemahaman yang lebih baik, kebijaksanaan, serta perilaku yang membawa kebaikan dalam kehidupan.
“Ilmu itu seharusnya mengantarkan seseorang pada pemahaman, kebijaksanaan, serta kebaikan dalam kehidupan,” kata Syaikh Zakaria.
Menurut dia, keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak cukup diukur dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai. Proses belajar juga harus membentuk karakter, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan sikap rendah hati.
Ilmu Bermanfaat Menjadi Amal Jariyah
Selain menekankan keikhlasan, Syaikh Zakaria mengingatkan pentingnya mewariskan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang diajarkan dan diamalkan dapat terus memberikan kebaikan, bahkan setelah orang yang mengajarkannya meninggal dunia.
“Ilmu yang diwariskan, diajarkan, dan diamalkan dapat menjadi manfaat bagi generasi berikutnya,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan hadis riwayat Muslim tentang tiga amalan yang pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
STAIDA Kendal Sambut Kuliah Umum
Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) Kendal, H Muhammad Fatwa, menyambut kehadiran Syaikh Zakaria sebagai kesempatan berharga bagi keluarga besar pesantren untuk mendapatkan nasihat keagamaan langsung dari ulama asal Mesir.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Fatwa tersebut, pesan tentang keikhlasan, penghormatan kepada guru, dan pembentukan akhlak penting bagi seluruh lingkungan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Amanah.
“Nasihat ini baik bagi santri, siswa, mahasiswa, maupun civitas akademika di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Amanah untuk memperoleh nasihat yang bijak,” kata Gus Fatwa.
Ia berharap kehadiran Syaikh Zakaria dapat memperkuat semangat menuntut ilmu yang berlandaskan nilai-nilai Islam sekaligus mendorong para pelajar untuk mengamalkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kuliah umum tersebut, keluarga besar Pondok Pesantren Darul Amanah dan STAIDA Kendal diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu, tetapi juga oleh keikhlasan, keluhuran akhlak, dan besarnya manfaat ilmu bagi orang lain.
Beranda
Update
Imam Masjid Al-Azhar Kairo Ingatkan Santri Darul Amanah Kendal, Ilmu Bukan untuk Mengejar Pujian
Imam Masjid Al-Azhar Kairo Ingatkan Santri Darul Amanah Kendal, Ilmu Bukan untuk Mengejar Pujian
Rekomendasi untuk kamu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan konektivitas antardestinasi melalui program…










