Jalan raya Kaliwungu–Boja di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang sempat ambles mulai diperbaiki dengan anggaran Rp 1,2 miliar. Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan perbaikan jalan tersebut rampung sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga bisa kembali dilalui dengan aman.
Zonasi.id (Kendal)– Jalan raya Kaliwungu–Boja di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang sempat ambles mulai diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Kendal mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar melalui APBD Perubahan untuk menangani kerusakan jalan tersebut.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung proses pembangunan pada Rabu (28/10/2026) sore. Perbaikan jalan yang menjadi jalur penghubung sejumlah wilayah di Kendal itu ditargetkan rampung sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga bisa kembali dilalui dengan aman dan nyaman.
Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan perbaikan telah dimulai sesuai rencana.
“Pembangunan jalan raya Kaliwungu–Boja di Protomulyo sudah mulai. Saya pastikan, pada Natal dan Tahun Baru nanti, sudah mulus dan bisa dilewati,” kata Tika.
Menurut dia, Pemkab Kendal sebenarnya telah merencanakan perbaikan jalan tersebut beberapa bulan lalu dengan memanfaatkan dana tak terduga (DTT). Namun, besarnya kebutuhan anggaran membuat dana tersebut tidak mencukupi.
“Sebenarnya mau kami perbaiki beberapa bulan lalu dengan menggunakan DTT. Tapi anggaran pembangunan cukup besar, dan anggaran itu tidak mencukupi,” terangnya.
Karena itu, Pemkab Kendal mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar melalui APBD Perubahan. Proyek perbaikan jalan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 50 hari.
Perkuat Fondasi dengan Pengeboran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal Sudaryanto menjelaskan, pekerjaan diawali dengan pembangunan fondasi untuk memperkuat kondisi tanah sebelum pemasangan dinding penahan tanah (DPT).
Fondasi menggunakan metode bored pile, yakni pembuatan tiang fondasi melalui pengeboran tanah. Metode ini digunakan untuk memperkuat struktur tanah sekaligus menopang konstruksi dinding penahan tanah agar lebih stabil.
“Setelah pekerjaan fondasi, pembangunan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan dan pengecoran DPT. Tahapan berikutnya meliputi penimbunan tanah, pemadatan, dan pengecoran badan jalan,” katanya.
Sementara itu, konsultan pengawas dari CV Ardi Permana Putra, Wawan Gunawan, mengatakan, dinding penahan tanah direncanakan memiliki panjang sekitar 38 meter dengan ketinggian mencapai 4,6 meter.
Adapun lebar penanganan jalan sekitar 6 meter, dengan bagian badan jalan yang akan dicor selebar kurang lebih 3 meter. Area penanganan diperlebar untuk memperkuat konstruksi sekaligus mengurangi risiko longsor kembali.
Menurut Wawan, pekerjaan fondasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke tahap pembangunan dinding penahan tanah hingga pengecoran badan jalan.
“Pekerjaan fondasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan, sedangkan keseluruhan proyek ditargetkan rampung dalam 50 hari,” terangnya.
Jalur Alternatif Penghubung Kendal dan Semarang
Jalan raya Kaliwungu–Boja merupakan jalur penting yang menghubungkan wilayah Kaliwungu dengan Singorojo, Boja, dan Limbangan. Ruas tersebut juga menjadi salah satu jalur alternatif penghubung Kabupaten Kendal dengan Semarang dan Ungaran.
Kerusakan jalan yang ambles sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Melalui perbaikan tersebut, Pemkab Kendal berharap kondisi jalan kembali pulih dan dapat digunakan secara aman, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal agar masyarakat dapat kembali melintasi jalur tersebut dengan nyaman.
Jalan Ambles Kaliwungu–Boja Kendal Mulai Diperbaiki, Ditargetkan Mulus Saat Nataru











