Kendal Bidik 50 Emas di Porprov Jateng 2026, 376 Atlet Diterjunkan
Sebanyak 376 atlet Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ditargetkan membawa pulang 40–50 medali emas untuk mengantarkan daerah itu menembus lima besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. KONI Kendal mengandalkan 72 atlet unggulan untuk memenuhi target tersebut.
KENDAL, – Zonasi.id (Kendal )-Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, membidik posisi lima besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah ke-17. Kontingen Kendal menargetkan perolehan 40–50 medali emas dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kendal Subur Isnadi mengatakan, kontingen Kendal diperkuat 376 atlet serta 112 pelatih dan ofisial. Mereka akan berlaga pada 286 kelas yang dipertandingkan.
“Target kami, seperti yang disampaikan Bupati, harapannya bisa masuk lima besar,” kata Subur saat pelepasan kontingen Porprov Kendal di Pendopo Kabupaten Kendal, Jumat (16/10/2026).
“Target kami, seperti yang disampaikan Bupati, harapannya bisa masuk lima besar,” kata Subur saat pelepasan kontingen Porprov Kendal di Pendopo Kabupaten Kendal, Jumat (16/10/2026).
Menurut Subur, KONI Kendal telah menetapkan 72 atlet unggulan yang diprioritaskan untuk meraih medali emas.
“Kami memiliki 72 atlet unggulan yang berpotensi meraih emas. Harapan kami, dengan perolehan 40 sampai 50 medali emas, Kendal bisa masuk lima besar,” ujarnya.
Subur menambahkan, Kendal akan mengikuti 46 dari total 57 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Porprov Jawa Tengah ke-17.
Sementara itu, cabang olahraga berkuda yang semula direncanakan diikuti kontingen Kendal tidak jadi dipertandingkan oleh KONI Jawa Tengah karena persoalan kelembagaan di tingkat pusat.
Bupati minta atlet junjung sportivitas
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta para atlet berjuang maksimal untuk mengharumkan nama daerah. Ia juga mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
“Harapannya, para atlet berjuang meraih prestasi semaksimal mungkin, tetap menjunjung sportivitas, dan menampilkan prestasi terbaik untuk membawa Kabupaten Kendal meraih prestasi,” kata Dyah.
Menurut Dyah, Kendal turut menjadi tuan rumah Porprov Jawa Tengah ke-17 dengan menyediakan venue untuk delapan cabang olahraga.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan turut menyukseskan penyelenggaraan Porprov sekaligus mendukung para atlet agar mampu memenuhi target 50 medali emas.
“Kami berharap seluruh stakeholder ikut menyukseskan penyelenggaraan. Bagi para atlet, harapannya bisa mempersembahkan penampilan terbaik dan meraih prestasi agar target 50 emas tercapai,” ujarnya.
Bonus atlet menunggu pembahasan anggaran 2027
Terkait bonus bagi atlet peraih medali, Dyah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal berencana memberikan apresiasi setelah hasil pertandingan diketahui secara keseluruhan.
Namun, besaran bonus belum ditetapkan karena pembahasan anggaran tahun 2027 belum berjalan.
“Bonusnya diberikan pada 2027. Pembahasan anggaran 2027 ini masih belum berjalan. Setelah penutupan, kami sudah mengetahui jumlah medali yang diraih atlet. Harapan kami, nanti bisa memberikan bonus yang terbaik untuk para atlet,” kata Dyah.
Ia menyebut para atlet sebagai pahlawan olahraga yang membawa nama baik Kabupaten Kendal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan melalui anggaran maupun fasilitas pendukung lainnya.
Atlet hoki Kendal peraih perunggu SEA Games optimistis di Porprov
Atlet hoki Kendal, Desi Ratna Wardani, optimistis dapat memberikan hasil terbaik dalam Porprov kali ini. Desi merupakan atlet yang pernah meraih medali perunggu pada SEA Games di Thailand melalui cabang olahraga hoki indoor.
Ia mengatakan, persiapan menghadapi Porprov telah dilakukan bersama tim selama beberapa bulan terakhir. Persiapan mencakup aspek fisik, mental, psikologis, hingga strategi permainan.
Meski tidak menjalani karantina khusus, para atlet tetap berlatih setiap hari dengan jadwal yang dibagi dalam beberapa sesi.
Desi, yang berasal dari Ngabean, Kecamatan Boja, mulai mengenal hoki saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Limbangan. Ia telah menekuni olahraga tersebut selama sekitar 10 tahun dan kini mengikuti Porprov untuk ketiga kalinya.
Dalam Porprov kali ini, Desi akan memperkuat tim hoki Kendal pada nomor hoki outdoor.
Menurut dia, tantangan terbesar dalam olahraga hoki adalah menyatukan visi dan misi seluruh pemain di lapangan. Sebab, permainan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu.
“Tantangannya lebih kepada bagaimana menyatukan visi dan misi di dalam tim. Hoki membutuhkan kerja sama tim,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan lawan mana pun.
“Sebagai atlet harus optimistis. Semua lawan kami anggap sama, tidak boleh meremehkan atau menganggap enteng,” katanya.
Desi berharap Kendal semakin banyak melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat internasional. Ia juga berharap keberadaan akademi hoki di Kendal dapat mendorong regenerasi atlet dan memperluas minat generasi muda terhadap olahraga tersebut.
Kendal Bidik 50 Emas di Porprov Jateng 2026, 376 Atlet Diterjunkan
Rekomendasi untuk kamu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan konektivitas antardestinasi melalui program…










