Update  

Liga Football Santri Jateng Kembali Digelar, 35 Daerah Berebut Gelar Juara

Oasis Minan Na'im
Sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengirimkan tim untuk berlaga dalam Liga Football Santri 2026. Kompetisi yang sempat lama vakum ini kembali digelar dalam rangka Hari Santri Nasional dan kini memasuki babak 16 besar di Lapangan Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (18/10/2026), dengan harapan melahirkan pemain potensial yang kelak mampu membela tim nasional Indonesia.


Zonasi.id (Kendal)- Setelah sempat lama vakum, Liga Football Santri 2026 Jawa Tengah kembali digelar. Sebanyak 35 kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi sepak bola ant santri yang kini memasuki babak 16 besar di Lapangan Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (18/10/2026).
Kompetisi yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Selain menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, turnamen ini diharapkan melahirkan pemain sepak bola berbakat dari lingkungan pondok pesantren.
Ketua Panitia Football Santri RMI PWNU Jawa Tengah 2026, Gus Basyar, mengatakan kompetisi tersebut kembali dihidupkan setelah cukup lama tidak terselenggara.
“Alhamdulillah, kegiatan yang lama tertidur suri ini pada 2026 bisa kita gelar kembali dalam rangka Hari Santri Nasional. RMI PWNU Jawa Tengah menggelar beberapa kegiatan, salah satunya Football Santri yang diikuti oleh 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah,” kata Gus Basyar.
Dia menjelaskan, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat kabupaten/kota sebelum berlaga di tingkat provinsi. Tim yang lolos kemudian bersaing untuk memperebutkan gelar juara Jawa Tengah.
Pada babak 16 besar, salah satu pertandingan mempertemukan tim Kabupaten Semarang melawan Kabupaten Tegal. Tim-tim lainnya juga berjuang merebut tiket ke babak selanjutnya.
Gus Basyar mengatakan, partai final dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB di stadion utama Kabupaten Kendal.
Panitia berharap pertandingan puncak tersebut dihadiri pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Bupati Kendal, perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta sejumlah tokoh lainnya, termasuk kemungkinan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Berharap Santri Membela Timnas
Gus Basyar berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, Liga Football Santri diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat dan membuka jalan menuju sepak bola profesional.
“Harapan saya secara pribadi, ingin ada santri yang kelak ikut membela panji-panji timnas. Akan tetapi, secara keseluruhan, kegiatan ini sebagai wujud silaturahmi dan menjaga kesehatan. Santri sehat, Indonesia kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi atau Gus Fadwad, mengatakan Festival Sepak Bola Santri Jawa Tengah digelar untuk menghidupkan kembali tradisi Liga Santri Nusantara (LSN) yang sempat tidak berjalan di sejumlah wilayah.
Menurut dia, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi antarsantri sekaligus menjaring bibit-bibit pesepak bola potensial dari pondok pesantren.
Untuk memastikan keaslian identitas peserta, panitia melakukan verifikasi terhadap para pemain. Salah satu caranya dengan menanyakan nama pengasuh pondok pesantren serta kitab yang pernah dipelajari.
Melalui kompetisi tersebut, RMI PWNU Jawa Tengah berharap santri memiliki kesempatan lebih luas untuk berprestasi di bidang olahraga tanpa meninggalkan identitas dan tradisi pesantren.