Update  

Punya Pantai hingga Pegunungan, Wisata Kendal Belum Populer, Bupati Ajak Anak Muda Gencarkan Promosi

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak media massa, generasi muda, dan pelaku UMKM menggencarkan promosi wisata daerah agar semakin dikenal luas. Pasalnya, Kendal memiliki potensi wisata beragam, mulai dari pantai hingga pegunungan, tetapi popularitasnya dinilai belum sebanding dengan kekayaan destinasi yang dimiliki.

Zonasi.id (Kendal) – Kabupaten Kendal memiliki pantai, pegunungan, hingga wisata kuliner yang berpotensi menarik wisatawan. Namun, kekayaan destinasi tersebut dinilai belum cukup membuat nama Kendal dikenal luas sebagai tujuan wisata. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari pun mengajak media massa, generasi muda, dan pelaku UMKM turun tangan mempromosikan potensi wisata daerah melalui berbagai platform, terutama media sosial.
Ajakan tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan promosi pariwisata di Pantai Indah Kemangi (PIK), Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026).
Menurut Tika, promosi pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memperkenalkan destinasi wisata Kendal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Untuk para media, saya berpesan agar ikut membantu mempromosikan wisata-wisata yang ada di Kendal, tentunya dengan narasi-narasi yang positif. Kalau hanya dari Pemerintah Kabupaten Kendal saja, tentu tidak bisa secara optimal,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengelola akun media sosial untuk lebih aktif membuat konten yang menarik mengenai destinasi wisata, keunikan lokal, hingga pengalaman berkunjung ke berbagai objek wisata di Kendal.
Selain promosi, Tika meminta para pelaku wisata meningkatkan profesionalisme pengelolaan destinasi agar mampu memberikan pengalaman yang baik kepada pengunjung.
Kendal, lanjut dia, memiliki sejumlah wisata pesisir yang bisa dikembangkan, di antaranya Pantai Indah Kemangi, Pantai Sendang Sikucing, dan Pantai Cahaya. Potensi tersebut perlu didukung pembenahan fasilitas, kemudahan akses, dan promosi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Anak Muda dan UMKM Diajak Ambil Peran
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, mengakui potensi wisata Kendal cukup beragam. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan dalam hal popularitas, terutama di luar daerah.
Ia mengatakan, sejumlah orang yang mengenal Kendal kerap mengakui besarnya potensi pariwisata daerah ini. Namun, mereka juga mempertanyakan mengapa destinasi wisata Kendal belum begitu dikenal luas.
“Banyak orang mengatakan Kendal punya potensi pariwisata yang besar, dan saya setuju. Kendal punya pantai, pegunungan, dataran rendah, hingga wisata kuliner. Tetapi, mereka juga bertanya, kenapa potensi-potensi wisata di Kendal sepertinya belum terlalu dikenal?” katanya.
Menurut Nattaya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat untuk ikut memperkenalkan destinasi wisata lokal. Generasi muda dan pelaku UMKM dinilai memiliki peran penting karena dekat dengan perkembangan media sosial dan tren konten digital.
Melalui foto, video, dan cerita menarik tentang destinasi wisata, masyarakat dapat membantu calon wisatawan mengenal keunikan Kendal sebelum memutuskan berkunjung.
“Anak-anak muda, pelaku UMKM, dan masyarakat harus bisa memanfaatkan media sosial sebaik mungkin agar wisata-wisata di Kendal lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Nattaya juga menyinggung Pantai Indah Kemangi yang memiliki singkatan PIK, sama dengan Pantai Indah Kapuk di Jakarta. Kesamaan nama tersebut dapat menjadi daya tarik awal untuk memancing rasa ingin tahu masyarakat, sekaligus memperkenalkan pantai di Desa Jungsemi itu kepada calon pengunjung.
Namun, menurutnya, promosi perlu diikuti dengan pengembangan destinasi dan fasilitas pendukung agar wisatawan tidak hanya tertarik datang, tetapi juga mendapatkan pengalaman berkunjung yang berkesan.
Jembatan 30 Meter Disiapkan di Pantai Indah Kemangi
Upaya mengembangkan pariwisata Kendal juga dilakukan melalui pembenahan infrastruktur. Di kawasan Pantai Indah Kemangi, Pemerintah Desa Jungsemi merencanakan pembangunan jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2,4 meter untuk menghubungkan kawasan di sekitar destinasi wisata tersebut.
Kepala Desa Jungsemi, Dasuki, mengatakan pembangunan jembatan direncanakan mulai Sabtu (31/10/2026). Meski demikian, jadwal tersebut masih berupa rencana dan dapat berubah sesuai kondisi pelaksanaan.
“Rencananya dimulai besok, hari Sabtu. Namun, itu masih rencana, sehingga pelaksanaannya bisa saja maju atau mundur,” ujarnya.
Jembatan tersebut direncanakan dapat dilalui kendaraan roda empat. Kehadirannya diharapkan meningkatkan konektivitas kawasan sekaligus memudahkan akses masyarakat dan pengunjung.
Selain itu, pembangunan jalan di kawasan Desa Jungsemi juga telah dimulai melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung akses menuju kawasan Pantai Indah Kemangi.
Dalam peninjauan kawasan, Bupati Kendal juga mendapat informasi mengenai rencana penataan jalur masuk dan keluar untuk mengurangi potensi kemacetan. Penambahan fasilitas, termasuk area perkemahan, turut menjadi bagian dari rencana pengembangan destinasi.
Tika menilai keterbatasan anggaran pemerintah membuat pengembangan wisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pengelola destinasi, komunitas, pelaku usaha, media, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Dengan promosi yang lebih luas, pengelolaan yang profesional, serta dukungan infrastruktur yang memadai, wisata Kendal diharapkan semakin dikenal dan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Pengembangan pariwisata tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM dan warga di sekitar destinasi.