Update  

Tabung Gas di Kantin SMPN 1 Kaliwungu Terbakar, Siswa Panik dan Penjual Pingsan

Kandungan Al-A’raf Ayat 179
Kebakaran tabung gas di kantin SMP Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026), nyaris merembet ke bangunan sekolah. Kobaran api yang muncul saat penjual memasak makanan itu sempat membuat siswa panik dan seorang pemilik kantin pingsan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

Zonasi.id (Kendal)-Suasana kantin SMP Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mendadak panik ketika api dari kompor menyambar selang dan regulator tabung gas hingga membesar, Senin (19/10/2026). Kobaran api nyaris merembet ke bangunan lain sebelum berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.
Saat kejadian, sejumlah siswa tengah membeli makanan dan minuman di kantin. Mereka berusaha menjauh ketika melihat api membesar. Salah satu pemilik kantin bahkan dilaporkan sempat pingsan karena terkejut melihat kobaran api.
Para penjual kantin sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Mereka menggunakan kain untuk membungkus tabung gas yang terbakar, menyiramkan air, serta menyingkirkan benda-benda yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
Namun, api sulit dikendalikan. Khawatir kobaran api menjalar ke bangunan kantin lainnya, guru sekolah kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Kaliwungu segera datang ke lokasi untuk melakukan penanganan. Dengan menggunakan kain yang telah dibasahi air, petugas mengamankan tabung gas dan berupaya menjangkau regulator untuk menghentikan aliran gas.
Upaya tersebut berhasil. Api akhirnya padam dan tidak sempat merembet ke bangunan lain. Dampak kebakaran dilaporkan terbatas pada meja tempat kompor gas diletakkan.
Api Membesar Saat Penjual Memasak
Ana, salah satu penjual kantin, mengatakan kebakaran terjadi ketika aktivitas memasak sedang berlangsung. Saat itu, seorang penjual sedang menggoreng makanan, sedangkan dirinya menyiapkan sosis pesanan siswa.
“Awalnya sedang membakar sosis pesanan anak-anak, tapi api kemudian membesar dan menyambar selang regulator gas lalu membesar,” ujar Ana.
Menurut Ana, api muncul tiba-tiba sehingga membuat para penjual di sekitar lokasi terkejut. Mereka berusaha membantu memadamkan api sekaligus mengamankan barang-barang yang berpotensi memperbesar kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran pada selang atau regulator tabung gas yang tersambar api kompor. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dipastikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan keamanan peralatan memasak berbahan bakar gas, terutama di lingkungan sekolah yang ramai aktivitas siswa.
Pemeriksaan rutin terhadap selang dan regulator serta ketersediaan peralatan pemadam api menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kebakaran serupa.